Jumat, 29 April 2016

TUGAS 2 ETIKA & PROFESIONALISME TSI : PROPOSAL GO-JEK

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Jasa sering dipandang sebagai suatu fenomena yang rumit. Kata jasa itu sendiri mempunya banyak arti, dari mulai pelayanan pribadi sampai jasa sebagai suatu produk. (Rambat Lupiyoadi:2013). Sebenarnya bangyak pakar mengemukakan mengenai apaitu jasa, seperti yang dikemukakan oleh kotler (2004) dalam Rambat Lupianto (2013) mendefinisikan jasa adalah setiap tindakan dan kegiatan yang ditawarkan oleh suatu pihak ke pihak lain, pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan perpindahan kepemilikan apapun. Produksi jasa mungkin berkaitan dengan produk fisik atau tidak.
Banyak sekali contoh dari usaha jasa itu sendiri seperti: Jasa Reparasi, Salon, Rumah Sakit, sekolah dan juga transportasi yang pada kesempatan ini kami pilih untuk kami angkat dalam blue print usaha jasa yang kami jalankan.
Dengan didukung banyaknya jumlah perguruan tinggi di kota malang baik PTN maupun Non PTM dan membludaknya mahasiswa yang menempuh studi di perguruan tinggi-perguruan tinggi tersebut maka usaha jasa tranportasi di kota malang sangat dibutuhkan karena notabennya mahasiswa tersebut berasal dari luar kota malang, dan tidak menutuk kemungkinan mahasiswa yang asalnya dari kota malang juga membutuhkan jasa transportasi ini karena jasa transportasi ini memberi kemudahan kepada konsumennya yang memakai jasa tersebut.
Go Jek Indonesia adalah suatu jasa transportasi yang ada di jakarta yang beroperasi sejak tahun 2011, Go-Jek merupakan pionir penyedia jasa layanan ojek profesional. Berusaha menawarkan faktor kecepatan, keamanan, dan kenyamanan bagi para pelanggannya, Go-Jek tumbuh sebagai startup yang menjanjikan di ibukota. Untuk mengurangi permasalahan penyediaan uang tunai, Go-Jek menawarkan solusi e-wallet Go-Jek Credit. Bisa dibilang Go-Jek laksana Uber versi ojek yang cocok dimanfaatkan untuk mengantarkan barang, sarana transportasi, dan bahkan membantu kegiatan berbelanja di belantara Jakarta.
Berawal dari Go jek Indonesia itulah kami menghadikan Go Jek Ini di kota malang karena usaha jasa ini respentatif untuk di kembangkan, dan akan membantu banyak sekali Mahasiswa-Mahasiswa dan juga warga kota malang yang akan terbantu dengan hadirnya Go Jek ini.

1.2  Nama Usaha Jasa
Usaha yang akan kami kembangkan kami beri nama “Ojek Online Malang Malang”, dengan hadirnya Ojek Online Malang Malang ini kami memberikan atas keluhan yang mungkin dirasakan oleh warga dan juga mahasiswa malang yang sibuk dalam bekerja maupun kuliah karena apa Ojek Online Malang ini bukan hanya memberikan jasa transportasi tetapi juga memberikan jasa pengantaran dan pembelian barang yang di inginkan oleh pelanggan. dan tempat operasi Ojek Online Malang malang ini adalah seputar kota malang, pelanggan cukup bisa mendaftar menjadi member kami dan setelah resmi menjadi member pelanggan cukup memberikan pesan kepada kami maka kami akan segera menjalankan permintaan pelanggan.

1.3  Klasifikasi Jasa
Menurut Grifin (1996) dalam Rambat Lupiyoadi (2013) jasa bida diklasifikasikan berdasarkan kesamaanya dengan operasi manufaktur.
Berdasarkan kesamaanya jasa dibagi menjadi 3 yaitu :
  • Jasa Murni (pure service) adalah jasa yang tergolong kontak tinggi dan dengan tanpa persediaan dengan kata lain, sangat berbeda dengan manufaktur, contoh : tukang cukur, ahli bedah dan lain-lain.
  • Semimanufaktur (quasimanufacturing service) adalah jasa yang tergolong kontak rendah, memiliki kesamaan dan konsep tidak harus menjadi bagian dari proses produksi jasa, contohnya: Jasa Asuransi, perbankan, kantor pos dan pengantaran.
  • Jasa campuran merupakan kelompok jasa yang kontak menengah gabungan beberapa sifat jasa murni dengan jasa semimanufaktur, Contohnya: Jasa Bengkel, ambulans, pemadam kebakaran, dan lain-lain.

Jadi dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwasannya Ojek Online Malang ini termasuk didalam klasifikasi Jasa Campuran karena ketika konsumen atau pelanggan ojek ini membeli jasa antarnya untuk bepergian ke kampus ataupunketempat-tempat yang di inginginkan ini termasuk kedalam Jasa Murni karena penyedia jasa dan pengguna jasa melakukan kontak tinggi. Sedangkan ketika pengguna jasa menginginkan Ojek Online Malang  ini untuk mengantarkan barang ataupun membelikan barang-barang yang pelanggan inginkah akan berubah menjadi semi manufakturing karena jasa ini merupakan kontak yang rendah.

1.4  Karakteristik Jasa
Produk jasa memiliki karakteristk yang berbeda dengan barang. Griffin (1996) dalam Rambat Lupiyoadi (2013) menyebutkan bahwa karakteristik jasa, sebagai berikut: 
  • Intangibility (Tidak berwujud),  jasa tidak dapat dilihat, dirasa, diraba, didengar atau dicium sebelum jasa itu dibeli.
  • Unstorability (tidak dapat disimpan), jasa tidak mengenal persediaan atau penyimpanan dari produk yang telah dihasilkan.
  • Customization (Kustomisasi), jasa sering kali didesain khusus untuk kebutuhan pelanggan.

Menurut kami Ojek Online Malang ini telah memenuhi ketiga klasifikasi diatas karena GOjek Online Malang ini bisa di nikmati ketika pelanggan membeli jasa yang ditawarkan, Ojek Online Malang ini juga tidak mengenal peyimpanan dari produk yang telah dhasilkan. Dan yang terakhir Ojek Online Malang ini memang di desain untuk mempermudah masyarakat dikota malang, untuk menyediakan jasa transportasi, pengantaran barang, maupun membantu membelikan barang yang di inginkan oleh pelanggan jasa.


BAB II
PEMASARAN RELASIONAL

2.1 Pemasaran Relasional dan Bentuk – Bentuk Pemasaran Relasional.
Pemasaran Relasional menekankan kepada pelanggan, jangka panjang, layanan pelanggan, komitmen kepada pelanggan, kontak kepada pelanggan dan kualitas. Dalam bisnis jasa sendiri fokus pelanggan menjadi pilihan tepat untuk menjalankan aktivitas pemasaran. Layanan purnajual kepada pelanggan adalah perwujudan terciptanya layanan pelanggan. Hal inilah yang melatar belakangi Usaha Ojek Online Malang ini utuk melakukan Pemasaran Relasional guna mempertahankan pelanggan.
Bentuk pemasaran relasional yang kami lakukan adalah hubungan pelanggan, kemitraan antar perusahaan, dan hubungan dengan masyarakat sekitar juga pemerintah.
Dalam melakukan pemasaran hubungan pelanggan kami menjaga hubungan baik kepada pelanggan Ojek Online Malang dengan cara mempunyai database pelanggan. Dan memberikan pelayanan yang baik ketika pelanggan membeli jasa kita. Membentuk kedekatan antara pengojek dengan pelanggan dengan menciptakan keramahan.
Kami membangun kemitraan dengan perusahaan-perusahaan ini karena usaha jasa Ojek Online Malang  ini sangat erat hubungannya dengan perusahaan lain berkenaan dengan proses jasa pembelian barang-barang yang diperlukan oleh pelanggan. Misalnya dengan Restouran, Ritel dan lain sebagainya, kerjasama ini juga akan meberikan dampak positif bagi kelangsungan usaha Ojek Online Malang  itu sendiri maupun perusahaan yang dijalin kemitraan.
Dan yang terakhir adalah membangun hubungan baik dengan masyarakat sekitar juga pemerintah dengan cara mengetahui norma-norma yang berlaku di lingkungan masyarakat tempat Ojek Online Malang  peroperasi, dan juga selalu mentaati peraturan-peraturan pemerintah daerah maupun pusat yang berkenaan dengan jalannya operasi Ojek Online Malang ini.
Mungkin untuk kedepannya kami akan melakukan lebih banyak lagi bentuk-bentuk pemasaran relasional yang lainnya yang sesuai dan dibutuhkan nantinya ketika Ojek Online Malang ini sudah beroperasi di kota malang.

BAB III
VISI DAN MISI

VISI
  • Membantu memperbaiki struktur transportasi di Indonesia, memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari seperti pengiriman dokumen, belanja harian dengan menggunakan layanan fasilitas kurir, serta turut mensejahterakan kehidupan tukang ojek di Malang dan di Indonesia Kedepannya.

MISI
  • Menjadi acuan pelaksanaan kepatuhan dan tata kelola struktur transportasi yang baik dengan menggunakan kemajuan teknologi.
  • Memberikan layanan prima dan solusi yang bernilai tambah kepada pelanggan.
  •  Membuka Lapangan Kerja Selebar-lebarnya bagi masyarakat Indonesia.
  • Meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial.
  • Menjaga Hubungan baik dengan berbagai pihak yang terkait dengan usaha ojek online malang.


Dengan adanya Visi dan Misi yang telah kami buat diharapkan dapat ikut menstabilkan perekonomian di Indonesia kedepannya juga dapat membantu mewujudkan negara indonesia yang lebih bermartabat.

ANALISIS SWOT GO-JEK INDONESIA

1.      Sthrenghts
Kekuatan dari dalam yang dimiliki oleh Go-jek adalah satu-satunya model alat transportasi umum yang menawarkan berbagai macam kemudahan Selain menyediakan jasa antar jemput penumpang, Go-Jek juga menyediakan jasa lain yang cukup membantu seperti kurir instan, dan personal shopping tercepat, selain itu keunggulan dari go-jek ini adalah menggunakan layanan sms, telephon dan aplikasi mobile jadi penumpang tidak perlu menghampiri tukang ojek cukup telephon atau mengirim pesan Go-jek akan menghampiri anda.

2.      Weakness
Kelemahan dari Go-jek ini adalah ketika pelanggan menggunakan layanan personal shopping mungkin barang yang di inginkan kurang sesuai dengan yang di inginkan ketika kurang lengkap menjelaskan barang apa yang ingin dibeli dan saat ini go-jek masih menyediakan credit untuk pembelian barang tidak lebih dari satu juta rupiah.

3.      Oportunities
Peluang yang yang dimiliki Go-jek ini adalah Go-jek dapat memperluas jangkauan nya sampai ke kota-kota besar di indonesia bukan hanya di Jakarka karena dengan adanya Go-jek Indonesia ini dapat juga membantu Tukang Ojek lainnya dalam hal beroperasi sehingga struktur tranportasi umum di Indonesia menjadi lebih baik kedepannya.

4.      Threaths
Ancaman yang akan dihadapi go-jek saat ini adalah munculnya pesaing baru yang bergerak di bidang yang sama.

BAB IV
 SEGMENTASI, TARGETING DAN POSITIONING

SEGMENTASI
Segmentasi pasar adalah membagi pasar menjadi kelompok pembeli yang dibedakan menurut kebutuhan, karakteristik atau tingkah laku yang mungkin membutuhkan produk yang berbeda .
Pada dasarnya ada 2 pendekatan segmentasi yaitu berdasarkan karakteristik konsumen dan berdasarkan respons konsumen. Berikut ini adalah pendekatan segmentasi yang dilakukan oleh Go-Jek Indonesia.

1.      Segmentasi Berdasarkan Karakteristik Konsumen

a.       Demografi dan Sosioekonomi
Dalam segmentasi ini Go-jek membagi pasar menjadi beberapa kelompok yaitu segmentasi Karyawan, Masyarakat umum dan Mahasiswa juga Pelajar.

b.      Psikografis
Dalam segmentasi ini Go-jek membagi pasar dalam kelompok gaya hidup masyarakat kota malang dimana tempat beroperasi Go-jek. Menengah kebawah dan menengah ke atas.

c.       Geografi
Dalam hal segmentasi ini Go-jek menentukan tempat beroperasi Go-jek ini Di kawasan Kota Malang. Karena merujuk awal adanya Go-jek itu di Kota Jakarta dan untuk rilis di ota malang kita juga akan menfokuskan terlebih dahulu di dalam kota malang dan mungkin nantinya ketika bisa dibilang efektif akan kami perluas sampai Malang Raya.

2.      Segmentasi Berdasarkan Respons Konsumen

a.       Segmentasi Manfaat
Awalnya konsumen berfikir mencari alat transportasi yang memberikan banyak kemudahan dan manfaat maka dari itu Go-jek datang untuk menjawab itu semua bukan hanya menyediakan jasa antar jemput tetapi juga personal shopping dan kurir isntan.

b.      Segmentasi Pengguna
Dalam hal ini Go-jek membagi pasar berdasarkan pengguna, dimana akan mengidentifikasi mana yang termasuk pengguna berat, menengah dan ringan.

c.       Respon Promosional
Go-jek memasarkan produknya menggunakan iklan di Radio dan awal akan membuat ivent saat pembukaan Go-jek. Setelah itu akan mengidentifikasikan konsumen berdasarkan bagaimana konsumen merespon bentuk-bentuk promosi yang dilakukan Go-jek.

d.      Loyalitas
Dalam hal segmentasi ini Go-jek akan membagai konsumen dalam 2 kelompok yaitu konsumen Loyal dan kurang Loyal.
Setelah mengidentifikasikan macam-macam segmentasi yang mungkin akan dipakai maka sekarang adalah memilih dasar terbaik untuk segmentasi dari berbagai macam kelebihan dankelemahan yang telah didapatkan maka kami memilih dasar segmentasi untuk Go-jek ini adalah sebagai berikut:

  • Demografi
  • Geograsi
  • Manfaat
  • Loyalitas.

TARGETING
Setelah mengevaluasi berbagai macam segmen pasar yang ada, Go-jek memutuskan melakukan pasar target dengan melakukan strategi pemasaran tanpa perbedaan yaitu mengabaikan perbedaan segmen pasar daan menawarkan satu macam produk  kepada seluruh pasar, karena jasa yang ditawarkan oleh Go-jek ini dirasa bisa di nikmati atau dipakai untuk semua kalangan.

POSITIONING
Positioning mencakup perancangan dan penawaran citra perusahaan agar target pasar mengetahui dan menganggap penting posisi perusahaan dimata pesaing. (Lupiyoadi, R. & Hamdani, A : 2006:58)
Menurut kotler sebuah keunggulan yang patut ditampilkan harus memenuhi kriteria: penting, berbeda, Lebih unggul, dapat dikomunikasikan, tidak mudah ditiru, terjangkau dan menguntungkan. (Lupiyoadi, R. & Hamdani, A : 2006:59)
Kami rasa Go-jek sudah memenuhi semua kriteria diatas karena Go-jek dianggap penting karena menjawab persoalan yang dirasakan oleh masyarakat kota karena Go-jek hadir dengan berbagai macam kemudahan, Berbeda dalam hal ini jelas berbeda karena Go-jek ini menawarkan berbagai macam keunggulan yang tidak dimiliki pesaing, Superior jasa yang ditawarkan oleh Go-jek ini banyak memiliki keunggulan karena pesaing belum memiliki layanan jasa yang ditawarkan oleh Go-jek seperti Personal Shopping dan juga Kurir, da juga jasa yang ditawarkan ini dapat dikomunikasikan dengan mudah kepada konsumen karena Go-jek adalah Pelopor jasa transportasi umum yang menawarkan keprofesionalan yang pasti terjangkau karena disesuaikan dengan konsumen. Secara otomatis perusahaan akan mendapat laba dari semua keunggulan yang ditawarkan tersebut. Oleh karena itu Go-Jek Indonesia hadir dengan keunggulan sebagai berikut:
  • Satu-satunya Jasa transportasi umum yang menawarkan jasa kurir dan personal shopping.
  • Satu-satunya Jasa transportasi umum yang menggunakan teknologi Mobile.
  • Aman, Cepat dan menyenangkan.
  • Proses transaksi yang mudah
  • Harga Terjangkau.


BAB VI
SALURAN DITRIBUSI

Pakar ekonomi berpendapat mengenai pengertian saluran distribusi sebagai berikut :

Nitisemito (1993 :102), Saluran Distribusi adalah lembaga-lembaga distributor atau lembaga-lembaga penyalur yang mempunyai kegiatan untuk menyalurkan atau menyampaikan barang-barang atau  jasa-jasa dari produsen ke konsumen.

Warren J. Keegan (2003) Saluran Distribusi adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan barang tersebut dari produsen sampai ke konsumen atau pemakai industri.

Assauri  (1990 : 3)  Saluran  distribusi  merupakan  lembaga-lembaga  yang  memasarkan  produk,  yang  berupa barang  atau  jasa  dari  produsen  ke  konsumen.
Kotler  (1991 : 279)  Saluran  distribusi  adalah  sekelompok perusahaan  atau  perseorangan  yang memiliki  hak  pemilikan  atas  produk  atau membantu memindahkan  hak pemilikan produk atau jasa ketika akan dipindahkan dari produsen ke konsumen.

Saluran distribusi menggerakkan barang dan jasa dari produsen kepada konsumen. Mereka memecahkan kesenjangan utama seperti waktu, tempat, pemilikan yang memisahkan barang dan jasa dari mereka yang ingin menggunakannya. Anggota saluran distribusi melakukan beberapa fungsi kunci. Sebagian membantu dalam melengkapi transaksi seperti Informasi dan juga Promosi produk jasa yang di jual.

SALURAN DISTRIBUSI Go-JEK INDONESIA
Saluran Distribusi Jasa yang kami gunakan adalah saluran langsung karena jasa yang kamilakukan adalah jasa murni (Pure Service) merupakan jasa yang tergolong High Contact jadi jasa ini tidak memerlukan saluran distribusi yang sampai memerlukan saluran satu tingkat ataupun saluran dua tingkat, karena jasa yang kami tawarkan ini sangat memberikan kemudahan kepada konsumen mulai dari jasa antar jemput, kurir instan, dan personal shopping. Pelanggan tinggal memesannya lewat handphone maka kami akan datang menghampiri konsumen/pelanggan tersebut dan langsung dapat menikmati jasa yang kami tawarkan.

BAB VII
PENETAPAN HARGA

Kegiatan penentuan harga memainkan peranan penting dalam proses bauran pemasaran, karena penentuan harga terkait langsung nantinya dengan pendapatan yang diterima oleh perusahaan. Keputusan penetapan harga juga sedemikian penting dalam menentukan seberapa jauh sebuah layanan jasa dinilai oleh konsumen dan proses membangun citra. Penentuan harga  juga memberikan persepsi tertentu dalam hal kualitas.
(Lupiyoadi, Rambat & Hamdani. A, 2006:100) Dalam menentukan sebuah harga terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi antara lain:
1.      Elastisitas permintaan
2.      Strutur biaya
3.      Persaingan
4.      Positioning dari jasa yang ditawarkan
5.      Sasaran yang ingin dicapai perusahaan
6.      Siklus hidup jasa
7.      Sumber daya yang digunakan
8.      Kondisi ekonomi

Dari faktor diatas maka Penetapan harga yang diambil oleh Go-Jek indonesia juga mempertimbangkan faktor diatas utamanya persaingan, siklus hidup jasa dan kondisi ekonomi. Meskipun Go-Jek Indonesia di malang adalah layanan jasa tranportasi modern pertama dan bekerja sama dengan tukang ojek di malang pesaingnya bukan hanya tukang ojek yang tidak bergabung di go-jek saja, tetapi layanan transportasi yang lain juga merupakan pesaing go-jek, selain itu jasa kurir instan yang ditawarkan juga punya pesaing yaitu jasa kurir yang ada di kota malang. Siklus hidup jasa ini juga menjadi acuan dalam penentuan harga, karena Go-jek di dalam produk life cycle mempunyai strategi tersendiri dalam penentuan harga apalagi Go-jek ini merupakan jasa transportasi baru jadi masih dalam tataran perkenalan dan penentuan harganya harus tinggi tetapi masih dalam tataran harga yang bersaing atau rata-rata pesaing di malang, karena untuk mengembalikan modal awal yang pasti banyak di keluarkan. Tetapi seiring berjalannya waktu dan ketika produk ini dalam tahap kedewasaan strategi penetapan harga jugaakan berubah.

Kondisi ekonomi, ketika menetapkan harga kami juga melihat pendapatan warga malang dan juga kemampuan daya beli konsumen yang kami bidik dan juga penetapan harga ini disesuaikan dengan jarak tempuh yang dituju konsumen. Maka dapat di simpulkan bahwasannya taktik penetapan harga yang di Gunakan oleh Go-jek indonesia adalah Penetapan Harga Biaya-plus (Cost-plus Pricing). Yaitu penetapan harga dilakukan dengan menaikkan harga sekian persen dari total biayanya. Selain itu juga mempertimbangkan pesaing atau bisa dikatakan juga menggunakan harga paritas pesaing dimana penetapan harga ditentukan berdasarkan harga yang ditentukan oleh pemimpin pasar atau harga rata-rata yang ditetapkan oleh pasar.

Contoh Misalnya ada pelanggan dari kampus uin malang ingin pergi ke terminal arjosari dan ketika di estimasikan biaya perjalnan kesana menghabiskan bensin 1 liter dengan harga -+ Rp. 7.500 maka kita menaikkan harga 50% atau bisa sampai 60% dari biaya yang kita keluarkan. Tetapi kenaikan harga itu tidak jauh diatas harga yang ditetapkan oleh pesaing kita.

Jadi perhitungannya 7.500 X 50% = 3.750
Maka 7.500 + 3.750 = 11.250.
•         Dapat disimpulkan bahwa harga yang kami tawarkan adalah 11.250 dengan laba yang kita dapatkan sebesar 3.750 setiap pempesangkatan dengan jarak tempuh yang menghabiskan biaya sekitar 7.500.
•         Dapat juga menaikkan harga sampai 100% asalkan sesui dengan kemampuan ekonomi pelanggan yang kita bidik atau target market kita. Sehingga tidak membebani konsumen kita.

BAB VIII
STRATEGI PROMOSI JASA

4.1  Periklanan
Periklanan kata Philip kotler dan Gary Armstrong adalah Segala biaya yang harus dikeluarkan sponsor untuk melakukan presentasi dan promosi non pribadi dalam bentuk gagasan, barang, atau jasa.

Media pemasaran antara lain:

Televisi
Liputan pemasaran yang baik; biaya rendah perpaparan; menggabungkan pandangan, suara dan gerakan; menarik terhadap indra.     
Kekurangan:
Biaya absolute tinggi; kerumunan tinggi; paparan hanya sekilas; selektivitas pemirsa kurang.

Surat Kabar
Fleksibelitas; ketepatan waktu; liputan pasar local yang baik; penerimaan luas; tingkat kepercayaan tinggi.
Kekurangan:            
Umur pendek; kualitas reproduksi buruk,sedikit pembaca selain pembelinya.
Surat Langsung       Selektivitas pemirsa tinggi; fleksibelitas; tidak ada kompetisi iklan dalam media yang sama; memungkinkan personalisasi
Biaya perpaparan relatif tinggi, citra surat sampah.

Majalah
Selektivitas geografis dan demografis tinggi; kredibititas dan prestise; reproduksi kualitas tinggi; umur panjang dan banyak pembaca selain pembelinya.        
Kekurangan:
Jangkauan waktu membeli iklan lama; tinggi biaya; tidak ada jaminan posisi.

Radio
Penerimaan local baik; selektivitas geografis dan demografis tinggi; Biaya rendah.
Kekurangan:
Audio saja; paparan hanya sekilas; perhatian rendah; pemirsa tefragmentasi.
  
Internet          
Selektivitas tinggi; biaya rendah; segera; kemampuan intekratif.       
Kekurangan:
Pemirsa tercakup secara demografis; dampak relatif rendah; pemirsa mengendalikan paparan.

4.2  Hubungan Masyarakat
Hubungan masyarakat adalah suatu elemen dalam bauran promosi yang mengevaluasi sikap masyarakat, mengidentifikasikan hal-hal yang menimbulkan kepedulian masyarakat dan melaksanakan program-progam yang nantinya bisa menambah pemahaman dan tingkat penerimaan masyarakat.

Adapun alat uatama hubungan masyarakat adalah

  • Publisitas Produk Baru, Publisitas adalah suatu instrumen dalam memperkenalkan produk atau jasa baru.
  • Penempatan Produk, hal ini dilakukan para pemasar yang mengumpulkan publisitas dengan memastikan produk mereka muncul pada acara-acara lainnya atau di film-film atau dipertunjukan-pertunjukan televisi.
  • Pendidikan Konsumen, beberapa perusahaan besar yakin bahwa konsumen berpendidikan adalah lebih baik, dan lebih setia. Perusahaan perencana keuangan sering kali mensponsori acara seminar pendidikan secara gratis mengenai manajemen uang, rencana pensiun, dan infestasi dengan harapan bahwa konsumen akan memilih organisasi tersebut untuk kebutuhan keuangan masa depannya.
  • Pensponsor Acara, para manejer humas dapat mensponsori acara-acara atau aktivitas masyarakat yang cukup mendapatkan liputan pers, pada saat yang sama acara tersebut juga memperkuat identitas merek. Acara olahraga, music, dan kesenian masih menjadi pilihan yang terbaik dari pensponsoran acara, meskipun banyak yang sekarang beralih ke acara yang lebih khusus seperti bertlian dengan sekolah, acara derma, dan organisasi pelayanan masyarakat lainnya.
  • Pensponsoran Pokok-Pokok Persoalan, perusahaan dapat membangun kesadaran public dan kesetiaan dengan mendukung pokok-pokok persoalan favorit pelanggan. Pendidikan, perawatan kesehatan, dan program sosial memperoleh bagian yang terbesar dalam pendanaan perusahaan. Perusahaan juga sering kali menghibahkan sejumlah presentasi tertentu dari penjualannya atau keuntungannya untuk hal-hal yang bermanfaat yang disukai target pasar. Greenmarketing juga telah menjadi bagian yang penting bagi perusahaan untuk membangun kesadaran dan loyalitas dengan mempropagandakan pokok-pokok persoalan yang popular.
  • Situs Internet (website), situs internet sebagai alat humas merupakan suatu fenomena yang relative baru dalam bidang pemasaran. Dimana banyak pemasar awalnya menggunakan situs mereka sebagai cara utnuk mengiklankan produk dan jasa mereka, para professional humas saat ini merasa bahwa situs ini merupakan alat yang baik untuk menyampaikan pesan berita atas suatu produk, meningkatkan produk, hubungan strategis, dan penghasilan keuangan.


4.3 Strategi Promosi Jasa Go-Jek

Dari paparan penjelasan diatas kami menetapkan bahwa media promosi kita menggunakan periklanan dan hubungan masyarakat karena, media komunikasi/promosi jasa ini sesuaidengan usaha yang kami Jalankan.

A.    Penetapan Periklanan
Penetapan media periklanan yang kami ambil untuk mengenalkan Go-Jek Indonesia ini adalah menggunakan media Internet dan juga melalui tradisional markering seperti publikasi memalui brosur dan juga dari mulut ke mulut, dimana menurut kami media yang kami pilih ini sesuai dengan produk kami karena produk kami adalah tergolong produk baru dan juga dalam saluran distribusi diatas kami sudah menyebutkan bahwa kami menggunakan sistem pesanan (saluran distribusi langsung). Kalau kita hubungkan dengan landasan teori diatas media periklanan melalui internet memiliki keunggulan yang menguntungkan usaha baru, dimana keunggulannya adalah Selektivitas tinggi; biaya rendah; segera; kemampuan intekratif.
Selain itu kami juga melakukan E-camers dalam proses penjualan, pembayaran dan juga sekalian dapat membangun hubungan dengan konsumen. Ini dibuktikan dengan Go-Jek ini menggunakan aplikasi android dalam hal pemesanan jasanya.

B.     Penetapan Hubungan Masyarakat
Berhubung Go-jek Indonesia ini adalah tergolong usaha baru di indonesia, kami penetapan promosi penjualan dengan cara Publisitas Produk Baru melalui Situs Internet (website), dimana Publisitas adalah suatu instrumen dalam memperkenalkan produk atau jasa baru dan juga situs internet sebagai alat humas merupakan suatu fenomena yang relative baru dalam bidang pemasaran. Dimana banyak pemasar awalnya menggunakan situs mereka sebagai cara utnuk mengiklankan produk dan jasa mereka, para professional humas saat ini merasa bahwa situs ini merupakan alat yang baik untuk menyampaikan pesan berita atas suatu produk, meningkatkan produk, hubungan strategis, dan penghasilan keuangan.


BAB IX
STRATEGI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

Strategi SDM adalah orang-orang yang terlibat langsung dalam menjalankan segala aktifitas perusahaan, dan merupakan faktor yang memegang peranan penting bagi semua organisasi. Manajeen SDM dari Go-jek Bisa di lihat di bawah ini :

STRUKTUR ORGANISASI Go-Jek Indonesia (AREA MALANG)




BAB XI
STRATEGI LINGKUNGAN FISIK


Kami memiliki kantor pusat yaitu tempat dimana server dan peralatan dan juga karyawan operator bekerja juga tempat penyimpanan server dari Go-jek Online dan juga tempat dimana konsumen menyampaikan keluhan atas pelayanan yang kami berikan dan juga pusat koordinasi antara pimpinan dengan tukang ojek.
Selain itu Phisical Enviroment yang dimiliki oleg Go-jek Indonesia adalah
  • Logo
  • Pemesanan yang kami tawarkan adalah via online maka kami mempunyai soft ware android sebagai penunjang usaha kami.
  • Kami juga memiliki peralatan lain seperti Sepeda motor, dilengkapi dengan masker dan helm.

  

BAB XII
MANAJEMEN KUALITIAS JASA

Sebagai Perusahaan jasa yang sangat menjunjung tinggi sebuah kualitas jasa yang kami berikan, Go-Jek Memiliki manajemen kualitas Jasa yang baik seperti

a.       Kehandalan
Go-jek mampu memberikan pelayanan yang dijanjikan dengan tepat, dan dapat dipercaya, tepat waktu seperti pelayanan :
-         90 minute delivery anywhere in the city
b.      Daya Tanggap
Go-jek siap dan tanggap untuk menangani respon permintaan konsumen karena go-jek melakukan sistem onlain dalam hal pelayanannya juga menyediakan pinjaman dana untuk konsumen yang menggunakan jasa belanja.
-         Shop for food, ticket, medicine anything under Rp 1.000.000. We'll pay for it first
c.       Assurance (Jaminan)
Dalam pelayanannya Gojek berusaha untuk membuat konsumen merasa aman dalam hal pemakaian jasa Go-jek, dan juga selalu sopan terhadap konsumen, Seperti:
-          Transparent pricing, Free shower cap and masker
-          Selalu mengutamakan kejujuran dan kepercayaan
d.      Emphaty
Dalam hal ini Go-jek berusaha menjadikan konsumen seperti pathner dan juga menciptakan hubungan relasional yang baik dengan pelanggan.
e.       Tangible
Go-jek Selalu memberikan fasilitas fisik yang memadai juga perlengkapan dan juga sarana komunikasi
-          Peralatan Modern : Sistem Online dan TI nya yang bisa di instal di Undroid
-     Fasilitas yang diberikan juga menarik baik penawaran jasanya maupun fidiknya sebagaimana diatas.

XIII. PENUTUP

Sebagai Perusahaan jasa yang sangat menjunjung tinggi sebuah kualitas jasa yang kami berikan, Go-Jek Memiliki manajemen kualitas Jasa yang baik .




Jakarta, 20 April 2016
Mengetahui,

Ketua Pelaksana                        Sekretaris                                         Manajer Go-Jek

  
             
__________________               __________________                      __________________ 








sumber :
https://dailysocial.net/post/aplikasi-mobile-go-jek
Lupiyoadi, Rambat. 2013. Manajemen Pemasaran Jasa Berbasis Kopetensi. Jakarta:Salemba Empat, Hal. 8.
Kotler Phlip & Armstrong Gary., Prinsip-prinsipPemasaran., edisi 12 jilid 2., hal 150
Lamb, Hair, McDaniel, Pemasaran., hal.234

Rabu, 13 April 2016

ASPEK PENALARAN DALAM KARYA ILMIAH

A. DEFINISI PENALARAN
Menurut Minto Rahayu, (2007 : 35), “Penalaran adalah proses berpikir yang sistematis untuk memperoleh kesimpulan atau pengetahuan yang bersifat ilmiah dan tidak ilmiah. Bernalar akan membantu manusia berpikir lurus, efisien, tepat, dan teratur untuk mendapatkan kebenaran dan menghindari kekeliruan. Dalam segala aktifitas berpikir dan bertindak, manusia mendasarkan diri atas prinsip penalaran. Bernalar mengarah pada berpikir benar, lepas dari berbagai prasangka emosi dan keyakinan seseorang, karena penalaran mendidik manusi bersikap objektif, tegas, dan berani, suatu sikap yang dibutuhkan dalam segala kondisi”.
Dalam sumber yang sama, Minto Rahayu, (2007 : 35), “Penalaran adalah proses berpikir yang logis dengan berusaha menhubung-hubungkan fakta untuk memperoleh suatu kesimpulan. Suatu karangan sesederhana apapun akan mencerminkan kualitas penalaran seseorang. Penalaran akan terlihat dalam pola pikir penyusun karangan itu sendiri. Fakta adalah kenyataan yang dapat diukur dan dikenali. Untuk dapat bernalar, kita harus mengenali fakta dengan baik dan benar. Fakta dapat dikenali melalui pengamatan, yaitu kegiatan yang menggunakan panca indera, melihat, mendengar, membaui, meraba, dan merasa. Dengan mengamati fakta, kita dapat menghitung, mengukur, menaksir, memberikan ciri-ciri, mengklasifikasikan, dan menghubung-hubungkan. Jadi, dasar berpikir adalah klasifikasi”.

B. MENULIS SEBAGAI PROSES PENALARAN


Menulis merupakan proses bernalar. Untuk menulis suatu topik kita harus berfikir, menghubung-hubungkan berbagai fakta, membandingkan dan sebagainya.

C. Jenis Penalaran
Minto Rahayu, (2007 : 41), penalaran dapat dibedakan dengan cara berfikir dan bernalar, induktif serta deduktif. Berikut ini adalah penjelasannya:

1. Berfikir dan Bernalar
Selama kita sadar maka kita selalu berfikir. Pada waktu kita berfikir, dalam benak kita timbul serangkaian gambar tentang sesuatu yang tidak hadir secara nyata. Kegiatan ini dapat tidak terkendali, terjadi dengan sendirinya, tanpa kesadaran penuh, misalnya saat kita melamun.
Kegiatan berfikir yang lebih tinggi dilakukan secara sadar, tersusun dalam urutan yang saling berhubungan dan bertujuan untuk sampai kepada kesimpulan atau disebut dengan bernalar.
Proses penalaran/bernalar merupakan proses berfikir yang sistematis untuk memperoleh kesimpulan berupa pengetahuan. Penalaran merupakan suatu corak atau cara seseorang mengunakan nalarnya dalam menarik kesimpulan sebelum akhirnya orang tersebut berpendapat dan mengemukakannya kepada orang lain. Kegiatan penalaran dapat bersifat ilmiah dan non ilmiah. Dari prosesnya, penalaran dapat dibedakan sebagai penalaran induktif dan deduktif, berikut penjelasannya:

1.1. Penalaran Induktif
Penalaran induktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat khusus. Proses induksi dapat dibedakan menjadi:
a. Generalisasi ialah proses berpikir berdasarkan pengamatan atas sejumlah gejala dengan sifat-sifat tertentu untuk menarik kesimpulan umum mengenai semua atau sebagian dari gejala serupa.
b. Analogi ialah suatu proses berpikir untuk menarik kesimpulan atau inferensi tentang kebenaran suatu gejala khusus berdasarkan beberapa gejala khusus lain yang memiliki sifat-sifat atau ciri-ciri esensial penting yang bersamaan.
c. Sebab akibat, prinsip umum hubungan sebab akibat menyatakan bahwa semua peristiwa harus ada penyebabnya.

1.2. Penalaran Deduktif
Penalaran deduktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat umum. Penalaran dalam karangan. Dalam praktiknya proses induktif dan deduktif ini diwujudkan dalam satuan-satuan tulisan yang merupakan paragraf. Pada paragraf deduktif kalimat utamanya terdapat pada awal kalimat, sedangkan pargraf induktif pada akhir kalimat.

Proses induktif dan deduktif juga diterapkan dalam mengembangkan seluruh karangan. Karya ilmiah merupakan sintesis antara proses induktif dan deduktif. Yang diuraikan diatas adalah arah atau alur penalaran dan bagaimana perwujudannya di dalam tulisan atau karangan.

2. Isi Karangan

Isi karangan menyajikan fakta yang berupa benda, kejadian, gejala, sifat ramalan, dan sebagiannya. Karya ilmiah membahas fakta meskipun untuk pembahasan ini diperlukan teori atau pendapat. Dalam bagian ini akan dibahas hal-hal yang berhubungan dengan fakta, yaitu generalisasi dan spesifikasi, klasifikasi, perbandingan dan pertentangan, hubungan sebab akibat, analogi, dan ramalan.

2.1. Urutan Logis
Suatu karangan harus merupakan suatu kesatuan, sehingga harus dikembangkan dalam urutan yang sistematis, jelas, dan tegas. Urutan dapat disusun berdasarkan waktu, ruang, alur nalar, kepentingan dan sebagainya.

2.1.1 Urutan Waktu (kronologis)
Perhatikan paragraf berikut :
Dahulu sebelum cara immunisasi ditemukan selama puluhan abad, puluhan ribu penduduk dunia mati akibat berbagai penyakit. Di Inggris saja sebelum ditemukan vaksin cacar, kurang lebih 80.000 ribu orang mati karena penyakit itu. Penemuan vaksin sejak abad ke-18 sangat memperkecil angka kematian tersebut.

Tulisan di atas dikembangkan secara kronologis, artinya berdasarkan urutan waktu. Perhatikan kata-kata yang menunjukkan hubungan kronologis tersebut. Urutan kronologis di dalam tulisan secara eksplisit dinyatakan dengan kata-kata atau ungkapan-ungkapan seperti : dewasa ini, sekarang, bila, sebelum, sementara, selanjutnya dan sebagainya.
Pengembangan tulisan dengan urutan kronologis biasanya dipergunakan dalam memaparkan sejarah, proses, asal-usul, dan riwayat hidup (biografi).

2.1.2 Urutan Ruang (Spasial)
Urutan ini dipergunakan untuk menyatakan tempat atau hubungan dengan ruang.
Contoh :
Jika anda memasuki pekarangan bangunan kuno itu, setelah anda melalui pintu gerbang kayu penuh ukiran indah, Anda akan berada pada jalan berlantai batu hitam yang membelah suatu lapangan rumput yang dihiasi petak bunga-bungaan dan pohon-pohonan peneduh. Di kiri kanan jalan itu agak ke tengah terdapat lumbung padi, puncaknya berbentuk seperti tanduk dan beratap ijuk.

Ungkapan yang tercetak miring adalah menyatakan urutan ruang.

2.1.3 Urutan Alur Penalaran
Berdasarkan alur penalarannya, suatu paragraf dapat dikembangkan dalam urutan umum-khusus dan khusus-umum. Urutan ini menghasilkan paragraf deduktif dan induktif. Urutan umum – khusus banyak dipergunakan dalam karya ilmiah. Tulisan yang paragraf-paragrafnya dikembangkan dalam urutan ini secara menyeluruh lebih mudah dipahami isinya. Dengan membaca kalimat-kalimat pertama pada paragraf, maka pembaca dapat mengetahui garis besar isi seluruh karangan.
Contoh :
Semua mahasiswa selalu memperingati HUT Proklamasi Negara Kesatuan Republik Indonesia setiap tanggal 17 Agustus sebagai wujud dari nasionalisme. Beberapa hal yang bisa mereka tunjukkan adalah dengan mengadakan berbagai acara seperti lomba pidato, mengarang, debat dll.

2.1.4 Urutan Kepentingan
Suatu karangan dapat dikembangkan dengan urutan berdasarkan kepentingan gagasan yang dikemukakan. Dalam hal ini arah pembicaraan ialah dari yang paling penting sampai kepada yang paling tidak penting atau sebaliknya.

3.1.1 Generalisasi dan Spesifikasi
Generalisasi adalah pernyataan yang berlaku umum untuk semua atau sebagian besar gejala yang diamati Dalam pengembangan karangan, generalisasi perlu ditunjang atau dibuktikan dengan fakta-fakta, contoh- contoh, data statistik dan sebagainya.

Contoh Paragraf Generalisasi :
Untuk menjadi karyawan PT Digital Modern, syarat utamanya adalah sarjana. Akan tetapi, tidak cukup sarjana saja. Calon karyawan harus memiliki Indeks Prestasi bagus di Perguruan Tingginya, minimal 2,75. Calon karyawan juga harus menguasai salah satu bahasa asing, Inggris atau Mandarin. Jika semua persyaratan administratif sudah terpenuhi, mereka harus lulus serangkaian tes yang diselenggarakan oleh PT Digital Modern. Jadi, memang tidak mudah untuk dapat diterima menjadi karyawan PT Digital Modern

3.1.2 Analogi
Penalaran analogi dilakukan dengan cara membandingkan dua hal yang berbeda, tetapi keduanya memiliki beberapa sisi persamaan Penalaran kausalitas menunjukkan hubungan : Sebab - akibat atau akibat - sebab.

Contoh paragraf analogi :
Orang yang memiliki ilmu pengetahuan luas dan berpendidikan tinggi seharusnya bersifat seperti padi. Setangkai padi yang mulai berisi akan merunduk. Makin bernas bulir padi itu, makin merunduk tangkainya. Begitu pula manusia yang berilmu dan berpendidikan tinggi. Semakin ia berwawasan, semakin ia merendahkan hatinya seperti merunduknya setangkai padi yang berbulir bernas.

3.1.3 Penalaran kausalitas menunjukkan hubungan sebab- akibat atau akibat-sebab

Contoh paragraf kausalitas (sebab-akibat)
Penduduk dari daerah banyak yang hijrah ke Jakarta. Mereka terimingi-imingi oleh gambaran kehidupan mewah di Jakarta dan kemudahan mencari kerja.
Akibatnya, Jakarta semakin penuh oleh pendatang Lalu lintas Jakarta makin lama makin padat. Kebijakan pemerintah tentang MRT belum bisa terlaksana, sedangkan pertumbuhan mobil semakin tidak terkendali.

D. KETERKAITAN PENALARAN DALAM PROSES PENULISAN ILMIAH

Suatu karangan sesederhana apapun akan mencerminkan kualitas penalaran seseorang. Penalaran itu akan tampak dalam pola pikir penyusuan karangan itu sendiri. Penalaran dalam suatu karangan ilmiah mencakup 5 aspek. Kelima aspek tersebut adalah:

1) Aspek Keterkaitan
Aspek keterkaitan adalah hubungan antar bagian yang satu dengan yang lain dalam suatu karangan. Artinya, bagian-bagian dalam karangan ilmiah harus berkaitan satu sama lain. Pada pendahuluan misalnya, antara latar belakang masalah – rumusan masalah – tujuan – dan manfaat harus berkaitan. Rumusan masalah juga harus berkaitan dengan bagian landasan teori, harus berkaitan dengan pembahasan, dan harus berkaitan juga dengan kesimpulan.

2) Aspek Urutan
Aspek urutan adalah pola urutan tentang suatu yang harus didahulukan atau ditampilkan kemudian dari hal yang paling mendasar ke hal yang bersifat pengembangan. Suatu karangan ilmiah harus mengikuti urutan pola pikir tertentu. Pada bagian Pendahuluan, dipaparkan dasar-dasar berpikir secara umum. Landasan teori merupakan paparan kerangka analisis yang akan dipakai untuk membahas. Baru setelah itu persoalan dibahas secara detail dan lengkap. Di akhir pembahasan disajikan kesimpulan atas pembahasan sekaligus sebagai penutup karangan ilmiah.


3) Aspek argumentasi
Aspek argumentasi adalah bagian yang menyatakan fakta, analisis terhadap fakta, pembuktian suatu pernyataan, dan kesimpulan dari hal yang telah dibuktikan. Hampir sebagian besar isi karangan ilmiah menyajikan argumen-argumen mengapa masalah tersebut perlu dibahas (pendahuluan), pendapat-pendapat atau temuan-temuan dalam analisis harus memuat argumen-argumen yang lengkap dan mendalam.

4) Aspek Teknik Penyusunan
Aspek teknik penyusunan adalah bagaimana pola penyusunan yang dipakai, apakah digunakan secara konsisten, karangan ilmiah harus disusun dengan pola penyusunan tertentu dan terknik bersifat baku dan universal. Untuk itu pemahaman terhadap teknik penyusunan karangan ilmiah merupakan syarat multak yang harus dipenuhi jika orang akan menyusun karangan ilmiah.

5) Aspek Bahasa
Aspek bahasa adalah bagaimana penggunaan bahasa karangan ilmiah harus disusun dengan bahasa yang baik, benar dan ilmiah. Penggunaan bahasa yang tidak tepat justru akan mengurangi kadar keilmiahan suatu karya sastra lebih-lebih untuk karangan ilmiah akademis

SUMBER :

http://yudinda.blogspot.co.id/2015/04/aspek-penalaran-dalam-karangan-ilmiah.html
http://agungpribowo1994.blogspot.co.id/2015/04/aspek-penalaran-dalam-karangan-ilmiah.html
http://lestarianggriani.blogspot.co.id/2015/04/aspek-penalaran-dalam-karangan-ilmiah.html
http://nurii-thaa.blogspot.com/2014/03/konsep-penalaran-ilmiah-dalam-penulisan.html
http://masyitohrahmiwindarti1803.blogspot.co.id/2015/11/aspek-penalaran-dalam-karangan-ilmiah.html

Kamis, 31 Maret 2016

TUGAS 1 ETIKA & PROFESIONALISME TSI : GO-JEK


Go-Jek adalah perusahaan yang melayani layanan ojek di mana saja untuk siapa saja yang membutuhkan secara online. Go-Jek bermitra kepada pada pengendara berpengalaman di Jakarta, Bandung, Bali, dan Surabaya. Selain dapat mengantar orang ke suatu tempat, Go-Jek juga melayani pengiriman barang, pesan antar makanan, berbelanja, dan lain sebagainya. Go-Jek lahir dari ide sang CEO dan Managing Director Nadiem Makarim yang merupakan seorang pengguna ojek. Dengan pengalamannya saat naik ojek di jalanan yang macet inilah ia kemudian menciptakan Go-Jek, sebuah layanan antar jemput dengan ojek modern berbasis pesanan. PT Go-Jek Indonesia yang sudah melewati perjalanannya sejak tahun 2011 kini sudah memiliki 1.000 armada ojek yang tersebar di seluruh kawasan Jabodetabek.

Etika pada Go-Jek

Etika adalah suatu sikap dan perilaku yang menunjukkan kesediaan dan kesanggupan seseorang secara sadar untuk mentatati ketentuan dan norma kehidupan yang berlaku dalam suatu kelompok masyarakat atau suatu organisasi. Etika organisasi menekankan perlunya seperangkat nilai yang dilaksanakan ssetiap orang anggota. nilai tersebut berkaitan dengan pengaturan bagaimana seharusnya bersikap dan berperilaku dengan baik seperti sikap hormat, kejujuran, keadilan dan bertanggung jawab. seperangkat nilai tersebut biasanya dijadikan sebagai acuan dan dianggap sebagai prinsip-prinsip etis atau moral.

Dalam hal ini Go-Jek Indonesia ternyata telah bekerja sama dengan Brimob atau pihak kepolisian untuk mengamankan operasional para pengemudi Go-Jek. Jadi, bila ada seorang pengemudi Go-Jek yang mengalami tindak kekerasan dari oknum ojek pangkalan, maka ia tinggal mengadu lewat smartphone untuk kemudian ditindak oleh pihak Brimob tersebut. Pihak Brimob tersebut bahkan turut berkeliling, agar semua tindak kekerasan bisa diredam. Tapi sadarkah kita bahwa ada pelanggaran privasi yang dilakukan oleh Go-Jek?

Untuk membuktikannya, mari kita ikuti alur pemesanan Go-Jek dari awal hingga akhir. Ketika anda mulai memesan Go-Jek lewat aplikasi mobile, maka NAMA ANDA akan tercantum di smartphone si pengendara Go-Jek, beserta rute pengantaran yang anda inginkan. Setelah itu, pengendara Go-Jek tadi bisa menghubungi NOMOR TELEPON anda, untuk mengkonfirmasi titik jemput. Setelah itu, kalau anda minta diantar ke rumah atau ke kantor, maka secara tidak langsung ia juga akan mengetahui ALAMAT RUMAH atau ALAMAT KANTOR anda. Jadi dalam sekali perjalanan saja, seorang pengendara Go-Jek sudah bisa mengetahui data-data Nama anda, Nomor Telepon anda, dan Alamat Rumah atau Kantor anda. Hal itu jelas merupakan sebuah pelanggaran privasi yang rentan disalahgunakan, dan akibatnya bisa jadi menyeramkan.

Go-Jek merupakan sebuah inovasi teknologi yang telah membawa banyak hal yang baik, seperti mempercepat waktu untuk bepergian di dalam kota, serta membuka ribuan lapangan kerja baru. Namun lebih baik lagi kalau inovasi yang mereka lakukan juga disertai dengan perlindungan privasi yang baik kepada para penggunanya. Perusahaan taksi Blue Bird merupakan salah satu contoh penyedia layanan yang sangat memperhatikan privasi para pelanggannya. Bila setiap pengendara Go-Jek mempunyai sebuah aplikasi mobile untuk menerima pesanan dari pengguna, maka setiap pengemudi taksi Blue Bird dilengkapi dengan alat buatan Tiongkok yang disebut Fleety. 

Fleety, Perangkat Penghubung Pengemudi dan Pemesan di Taksi Blue Bird (Sumber)

Setiap ada pemesanan terhadap armada taksi Blue Bird, akan muncul data berupa titik jemput di mana seorang pemesan sedang menunggu. Dengan alat tersebut, pengemudi Blue Bird juga bisa menghubungi pemesan untuk mengkonfirmasi titik penjemputan, namun sang pengemudi tidak bisa mengetahui berapa nomor telepon pemesan tersebut. Semua data pemesan tersimpan rapat di dalam sistem perangkat Fleety, dan tidak ditampilkan kepada pengemudi. Setelah perjalanan selesai, kita tidak akan bisa menghubungi pengemudi taksi tersebut, dan pengemudi tersebut pun tidak bisa menelepon kita. Lebih lanjut, Blue Bird juga baru membuka laporan review dari para pengguna sekitar seminggu setelah waktu perjalanan tersebut. Sehingga apabila seorang pengemudi mendapat review buruk, kemungkinan ia sudah lupa dengan wajah penumpang yang memberikan review buruk tersebut.

Produk Go-Jek

Go-Jek merupakan salah satu layanan jasa transportasi ojek yang menggunakan aplikasi untuk menghubungkan penumpang dengan pengendaranya. Dengan layanan tersebut, memudahkan penggunanya untuk dapat memesan Go-Jek ini hanya dengan sebuah aplikasi dari rumah, tempat kerja, kampus, dan lainnya tanpa perlu repot.

Sementara itu, harga yang dipatok untuk sekali perjalanan pun terbilang murah hingga saat ini dimana penumpangnya cukup membayar Rp 15.000 hingga maksimum 25 km. Setelah lebih dari 25 km maka penumpangnya wajib membayar tarif per kilometernya sebesar Rp 2.500. Sehingga bisa dibilang layanan ini menjadi populer di beberapa wilayah di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Denpasar, Depok, Bogor, Surabaya, Makassar, dan lainnya.

Gojek aplikasi

Selain itu, Go-Jek layanan lain seperti Go-Send yang digunakan untuk mengantarkan barang dimana pengendara Go-Jek berfungsi sebagai kurir, Go-Mart yang dapat digunakan untuk berbelanja di supermarket yang telah terdaftar di aplikasi dimana pengendara Go-Jek akan membelikan barang tersebut serta langsung mengantarkannya ke pengguna aplikasi, dan Go-Food yang memungkinkan pengguna aplikasi dapat memesan menu makanan serta minuman dari restoran terdaftar yang akan dibelikan dan diantarkan oleh pengendara Go-Jek.

Baru-baru ini Go-Jek mengeluarkan layanan baru lagi seperti Go-Glam, Go-Clean, Go-Box, dan Go-Massage. Untuk ketiga layanan baru selain Go-Box, pengembang aplikasinya masih menandai layanan tersebut masih dalam tahap beta. Layanan baru tersebut diantaranya :
  • Go-Box, layanan ini memungkinkan pengguna aplikasi Go-Jek dapat memesan jasa mobil pickup hingga truk dengan boks besar untuk mengantarkan barang dari tempat asal ke tempat tujuan. Dalam fitur ini pengguna aplikasi dapat menuliskan pesan untuk alamat asal, alamat tujuan, kontak yang dihubungi, barang-barang yang akan dibawa, fitur ekstra, dan waktu untuk pengambilan barang.
  • Go-Glam, layanan ini memungkinkan pengguna aplikasi Go-Jek dapat memesan jasa salon seperti creambath, hair dry, blow dry, Hair coloring, maicure, dan pedicure. Nantinya penggunanya dapat memberikan alamat lengkap, data diri, nomor telepon, waktu pemesanan, layanan yang diinginkan, dan terakhir akan diberikan review ulang pemesan serta harga jasa yang diajukan.
  • Go-Clean, layanan ini dapat membantu pengguna aplikasi Go-Jek untuk membersihkan rumah, asrama, atau apartemen yang ditempatinya. Selain itu, penggunanya dapat merinci apa saja yang harus dibersihkan oleh petugas, waktu pemesanan, komentar, data diri, durasi waktu, dan terakhir akan diberikan review ulang pemesanan serta harga yang diajukan.
  • Go-Massage, bagi pengguna aplikasi Go-Jek yang merasa badan sedang pegal dan capek, mungkin layanan ini dapat membantu untuk mengatasinya. Dimana penggunanya dapat memesan jasa pijat memijat dengan merinci data diri, waktu pemesanan, menu pijat, durasi waktu layanan, komentar, dan terakhir akan diberikan review ulang pemesanan serta harga yang diajukan.

Namun sayangnya Go-Glam, Go-Clean, dan Go-Massage hanya baru tersedia di daerah Jakarta saja sehingga bagi pengguna aplikasi Go-Jek yang berada di sekitar jakarta dapat memesan layanan ini. Bagi pembaca yang belum pernah menggunakan aplikasi Go-Jek dan ingin mencoba memakainya maka dapat mengunduhnya langsung di Google Play untuk smartphone Android atau Apple App Store untuk iPhone serta iPad.

Profesionalisme Go-Jek

Dalam kurun waktu 4 (empat) bulan setelah meluncurkan program aplikasi mobile pada awal 2015, Go-Jek yang sudah berdiri sejak 2011 mulai dirasakan sebagai pesaing yang dituding akan mematikan rejeki pengojek pangkalan. Bahkan, dalam sepekan ini banyak isu seputar gonjang-ganjing Go-Jek yang berkembang dan disebar melalui media sosial, disambut dengan ragam tanggapan dari berbagai sudut oleh warga Jakarta. Maka, salahkan Nadiem Makariem si penggagas Go-Jek karena aplikasi mobile Go-Jekya marak diunduh dan jasa Go-Jek lebih banyak dilirik oleh warga Jakarta yang memiliki ketergantungan pada teknologi, tidak mau ribet dan mengharapkan hasil yang instan sesuai kebutuhan. Bukankah itu sejalan dengan tuntutan jaman? Mari kita bahas selengkapnya.

Ketika ditanya persyaratan menjadi pengendara Go-Jek yang konon ribet dan memberatkan pengojek pangkalan untuk bergabung di Go-Jek, salah satu driver Go-Jek (Agus) berpendapat itu karena ketidakpahaman rekan-rekan pengendara ojek. Setiap calon pengendara Go-Jek diwajibkan oleh perusahaan untuk menyerahkan dokumen penting sebagai jaminan berupa kartu keluarga, akta kelahiran dan surat nikah ketika lolos seleksi menjadi pengendara Go-Jek. Hal yang lumrah pada proses penerimaan karyawan suatu perusahaan. Beliau juga menjelaskan, ketika diterima menjadi pengojek di Go-Jek dia dan rekan-rekannya mendapatkan pelatihan singkat pengenalan dan panduan menggunakan aplikasi Go-Jek serta peraturan yang mesti ditaati. Ditambahkannya pula, setiap Kamis para pengendara Go-Jek dibagi kelompok dan dijadwalkan untuk mengikuti pelatihan tertib lalu lintas yang diberikan oleh Polda Metro Jaya.

Ditilik dari sisi marketing, berhasil tidaknya satu produk yang ditawarkan ke pasar, bergantung pada beberapa faktor berikut: pemilihan dan penerapan strategi pasar, keunggulan produk, harga yang ditawarkan serta kepuasan konsumen yang membeli/menggunakan produk tersebut. Dalam menjajal pasar; Go-Jek telah menerapkan First-In Strategy yang mengundang reaksi para pesaing yang bergerak di bidang yang sama, jasa angkutan. Tak hanya itu, sebagai pionir di bidangnya, Go-Jek juga menawarkan jasa layanan antar barang, jasa belanja dan yang terbaru jasa pesan antar makanan yang diminati oleh pasar. Paket jasa layanan yang sangat diminati oleh warga Jakarta, yang bisa dinikmati hanya dengan membuka smartphone di tangan tanpa perlu meninggalkan kegiatan mereka.

Setiap pengendara Go-Jek akan mendapatkan masing-masing 2 (dua) buah jaket dan helm serta perlengkapan masker dan tutup kepala untuk penumpang. Jika ada di antara pengendara yang tidak mematuhi prosedur yang disepakati bersama perusahaan, pengguna jasa Go-Jek dapat segera melaporkan yang bersangkutan ke layanan pelanggan Go-Jek.


Kegiatan di pasar akan berjalan ketika ada 3 (tiga) faktor penentu ini produsen, produk serta konsumen. Jika ingin berhasil menjual produknya, produsen tentu akan menawarkannya lewat promosi dengan strategi yang jitu agar dipilih oleh pembeli. Sedang, di sisi konsumen, mereka tentu akan membandingkan keunggulan satu produk yang ditawarkan di pasar sebelum menentukan produk mana yang sesuai dengan kebutuhannya. Kepuasan terhadap satu produk atau jasa dari brand tertentu, tidak menutup kemungkinan untuk terus membeli atau menggunakan jasa tersebut bukan? Hal yang sama berlaku pada jasa angkutan umum, sebaiknya memilih transportasi yang dapat dipercaya dan aman.




Sumber :
http://cepat-saji.blogspot.co.id/2015/03/etika-dan-profesionalisme-teknologi.html
http://gadgetren.com/2015/10/05/layanan-baru-gojek/
http://kompasiana.com/oli3ve/analisa-gonjang-ganjing-gojek_5580069e149773df192cab8a
http://indotipstricks.net/2015/08/apa-itu-gojek.html
http://seputarpengertian.blogspot.co.id/2015/07/pengertian-go-jek.html

Jumat, 11 Maret 2016

Berfikir Deduktif

Berfikir Deduktif

Berfikir deduktif merupakan salah satu dari metode-metode penalaran. Berfikir Deduktifadalah suatu metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagian yang khusus Deduksi berasal dari bahasa Inggris deduction yang berarti penarikan kesimpulan dari keadaan-keadaan yang umum, menemukan yang khusus dari yang umum. Deduksi adalah cara berpikir yang di tangkap atau di ambil dari pernyataan yang bersifat umum lalu ditarik kesimpulan yang bersifat khusus. Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya mempergunakan pola berpikir yang dinamakan silogismus.
Dalam deduktif telah diketahui kebenarannya secara umum, kemudian bergerak menuju pengetahuan baru tentang kasus-kasus atau gejala-gejala khusus atau individual. Jadi deduksi adalah proses berfikir yang bertolak dari sesuatu yang umum (prinsip, hukum, toeri, keyakinan) menuju hal khusus. Berdasarkan sesuatu yang umum itu ditariklah kesimpulan tentang hal-hal yang khusus yang merupakan bagian dari kasus atau peristiwa itu.
Hal ini adalah suatu sistem penyusunan fakta yang telah diketahui sebelumnya guna mencapai suatu kesimpulan yang logis. Dalam penalaran deduktif, dilakukan melalui serangkaian pernyataan yang disebut silogisme dan terdiri atas beberapa unsur yaitu:
1. Dasar pemikiran utama (premis mayor)
2. Dasar pemikiran kedua (premis minor)
3. Kesimpulan
Contoh:
Premis mayor : Semua siswa SMP kelas 7 wajib mengikuti kegiatan OSPEK.
Premis minor  : Adi adalah siswa kelas 7 SMP
Kesimpulan    : Adi wajib mengikuti kegiatan OSPEK
Contoh di atas merupakan bentuk penalaran deduktif. proses penalaran itu berlangsung dalam tiga tahap. Pertama, generalisasi sebagai pangkal tolak. Kedua, penerapan atau perincian generalisasi melalui kasus tertentu. Ketiga, kesimpulan deduktif yang berlaku bagi kasus khusus itu. Deduksi menggunakan silogisme dan entimem.
Dapat disimpulkan secara lebih spesifik bahwa argumen berpikir deduktif dapat dibuktikan kebenarannya. Kebenaran konklusi dalam argumen deduktif bergantung pada dua hal, yaitu kesahihan bentuk argumen berdasarkan prinsip dan hukumnya; dan kebenaran isi premisnya berdasarkan realitas. Sebuah argumen deduktif tetap dapat dikatakan benar berdasarkan bentuknya, meskipun isinya tidak sesuai dengan realitas yang ada; atau isi argumen deduktif benar menurut realitas meskipun secara bentuk ia tidak benar.
Macam-macam penalaran deduktif diantaranya :
a. Silogisme
Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Dengan fakta lain bahwa silogisme adalah rangkaian 3 buah pendapat, yang terdiri dari 2 pendapat dan 1 kesimpulan.
b. Entimen
Entimen adalah penalaran deduksi secara langsung. Dan dapat dikatakan pula silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.






http://tulisanyangsederhana.blogspot.co.id/2015/03/berfikir-deduktif.html

Selasa, 02 Februari 2016

TUGAS 4 PENGANTAR TELEMATIKA - PERKEMBANGAN TELEMATIKA PADA MASA DEPAN

Perkembangan telematika saat ini telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Pada segi hardware, telah banyak bermuculan produk-produk IT muktahir yang lebih kecil, cepat dan efisien dengan format-format unik yang berbeda. Misalnya teknologi perakitan prosessor yang sudah bias memfrabikasi hingga ukuran 40nm, telepon selular dengan koneksi wifi, notebook dengan ukuran lebih kecil sehingga memudahkan keleluasaan mobilitas bagi penggunanya serta yang tidak kalah penting adalh tersedia akses hotspot dimana-mana sehingga hamper setiap orang dapat mengaksesnya.
Istilah telematika merujuk pada hakekat cyberspace sebagai suatu sistem elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekomunikasi, media dan informatika. Istilah telematika pertama kali digunakan pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya L’informatisation de la Societe. Jadi, pengertian Telematika sendiri lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunakan komputer dalam sistem telekomunikasi. Internet sendiri merupakan salah satu contoh telematika.
Istilah telematika sering dipakai untuk beberapa macam bidang, sebagai contoh adalah:
• Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology).
• Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).
• Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalu lintas (road vehicles dan vehicle telematics).
Periode Rintisan : Pada tahun 1970 perkembangan telematika di Indonesia sangat terbatas karena perhatian yang minim dari pemerintah dan pasokan listrik yang terbatas pada saat itu. Sehingga Indonesia tidak perduli dengan perkembangan telematika. Memasuki tahun 1980, penggunaan teknologi telematika di Indonesia masih terbatas. Sarana kirim pesan seperti yang kita kenal saat ini yaitu email yang dirintis pada tahun 1980.
Periode Pengenalan : Teknologi telematika sudah banyak digunakan dan masyarakat mulai mengenalnya. Jaringan radio amatir pada awal tahun 1990 mulai ramai. Pada sisi lain, milis yang mulai digagas sejak tahun 1980, terus berkembang seiring dengan berkembangnya telematika di Indonesia.
Periode Aplikasi : merupakan munculnya era dunia digital untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas untuk mulai dilaksanakan dan diaplikasikan. Semua itu dapat berlangsung lancar, dengan tersedianya sarana transportasi, kota-kota yang saling terhubung, dan industri telematika dalam negeri yang terus berkembang.
Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) juga tidak akan dengan perkembangan TIK saat ini. Perangkat komputasi berskala terabyte, penggunaan multicore processor, penggunaan memory dengan multi slot serta peningkatan kapasitas harddisk multi terabyte akan banyak bermunculan dengan harga yang masuk akal. Komputasi berskala terabyte ini juga didukung dengan akses wireless dan wireline dengan akses bandwidth yang mencapai terabyte juga. Hal ini berakibat menumbuhkan factor baru dari perkembangan teknologi. Antamuka pun sudah semakin bersahabat, lihat saja software Microsoft, desktop UBuntu, GoogleApps, YahooAPPS live.Hal ini ditunjang oleh search engine yang semakin cepat mengumpulkan informasi yang dibutuhkan oleh penggunaannya.
Pada akhirnya, era robotic akan segera muncul. Segenap mesin dengan kemampuan adaptif dan kemampuan belajar yang mandiri sudah banyak dibuat dalam skala industry kecil dan menengah.

Sumber : 
https://id.wikipedia.org/wiki/Telematika
http://davidsupernatanailg.blogspot.co.id/2015/01/perkembangan-telematika-tulisan.html
http://ranggaadditya.blogspot.co.id/2015/10/perkembangan-telematika-pada-masa-depan.html