Rabu, 13 April 2016

ASPEK PENALARAN DALAM KARYA ILMIAH

A. DEFINISI PENALARAN
Menurut Minto Rahayu, (2007 : 35), “Penalaran adalah proses berpikir yang sistematis untuk memperoleh kesimpulan atau pengetahuan yang bersifat ilmiah dan tidak ilmiah. Bernalar akan membantu manusia berpikir lurus, efisien, tepat, dan teratur untuk mendapatkan kebenaran dan menghindari kekeliruan. Dalam segala aktifitas berpikir dan bertindak, manusia mendasarkan diri atas prinsip penalaran. Bernalar mengarah pada berpikir benar, lepas dari berbagai prasangka emosi dan keyakinan seseorang, karena penalaran mendidik manusi bersikap objektif, tegas, dan berani, suatu sikap yang dibutuhkan dalam segala kondisi”.
Dalam sumber yang sama, Minto Rahayu, (2007 : 35), “Penalaran adalah proses berpikir yang logis dengan berusaha menhubung-hubungkan fakta untuk memperoleh suatu kesimpulan. Suatu karangan sesederhana apapun akan mencerminkan kualitas penalaran seseorang. Penalaran akan terlihat dalam pola pikir penyusun karangan itu sendiri. Fakta adalah kenyataan yang dapat diukur dan dikenali. Untuk dapat bernalar, kita harus mengenali fakta dengan baik dan benar. Fakta dapat dikenali melalui pengamatan, yaitu kegiatan yang menggunakan panca indera, melihat, mendengar, membaui, meraba, dan merasa. Dengan mengamati fakta, kita dapat menghitung, mengukur, menaksir, memberikan ciri-ciri, mengklasifikasikan, dan menghubung-hubungkan. Jadi, dasar berpikir adalah klasifikasi”.

B. MENULIS SEBAGAI PROSES PENALARAN


Menulis merupakan proses bernalar. Untuk menulis suatu topik kita harus berfikir, menghubung-hubungkan berbagai fakta, membandingkan dan sebagainya.

C. Jenis Penalaran
Minto Rahayu, (2007 : 41), penalaran dapat dibedakan dengan cara berfikir dan bernalar, induktif serta deduktif. Berikut ini adalah penjelasannya:

1. Berfikir dan Bernalar
Selama kita sadar maka kita selalu berfikir. Pada waktu kita berfikir, dalam benak kita timbul serangkaian gambar tentang sesuatu yang tidak hadir secara nyata. Kegiatan ini dapat tidak terkendali, terjadi dengan sendirinya, tanpa kesadaran penuh, misalnya saat kita melamun.
Kegiatan berfikir yang lebih tinggi dilakukan secara sadar, tersusun dalam urutan yang saling berhubungan dan bertujuan untuk sampai kepada kesimpulan atau disebut dengan bernalar.
Proses penalaran/bernalar merupakan proses berfikir yang sistematis untuk memperoleh kesimpulan berupa pengetahuan. Penalaran merupakan suatu corak atau cara seseorang mengunakan nalarnya dalam menarik kesimpulan sebelum akhirnya orang tersebut berpendapat dan mengemukakannya kepada orang lain. Kegiatan penalaran dapat bersifat ilmiah dan non ilmiah. Dari prosesnya, penalaran dapat dibedakan sebagai penalaran induktif dan deduktif, berikut penjelasannya:

1.1. Penalaran Induktif
Penalaran induktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat khusus. Proses induksi dapat dibedakan menjadi:
a. Generalisasi ialah proses berpikir berdasarkan pengamatan atas sejumlah gejala dengan sifat-sifat tertentu untuk menarik kesimpulan umum mengenai semua atau sebagian dari gejala serupa.
b. Analogi ialah suatu proses berpikir untuk menarik kesimpulan atau inferensi tentang kebenaran suatu gejala khusus berdasarkan beberapa gejala khusus lain yang memiliki sifat-sifat atau ciri-ciri esensial penting yang bersamaan.
c. Sebab akibat, prinsip umum hubungan sebab akibat menyatakan bahwa semua peristiwa harus ada penyebabnya.

1.2. Penalaran Deduktif
Penalaran deduktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat umum. Penalaran dalam karangan. Dalam praktiknya proses induktif dan deduktif ini diwujudkan dalam satuan-satuan tulisan yang merupakan paragraf. Pada paragraf deduktif kalimat utamanya terdapat pada awal kalimat, sedangkan pargraf induktif pada akhir kalimat.

Proses induktif dan deduktif juga diterapkan dalam mengembangkan seluruh karangan. Karya ilmiah merupakan sintesis antara proses induktif dan deduktif. Yang diuraikan diatas adalah arah atau alur penalaran dan bagaimana perwujudannya di dalam tulisan atau karangan.

2. Isi Karangan

Isi karangan menyajikan fakta yang berupa benda, kejadian, gejala, sifat ramalan, dan sebagiannya. Karya ilmiah membahas fakta meskipun untuk pembahasan ini diperlukan teori atau pendapat. Dalam bagian ini akan dibahas hal-hal yang berhubungan dengan fakta, yaitu generalisasi dan spesifikasi, klasifikasi, perbandingan dan pertentangan, hubungan sebab akibat, analogi, dan ramalan.

2.1. Urutan Logis
Suatu karangan harus merupakan suatu kesatuan, sehingga harus dikembangkan dalam urutan yang sistematis, jelas, dan tegas. Urutan dapat disusun berdasarkan waktu, ruang, alur nalar, kepentingan dan sebagainya.

2.1.1 Urutan Waktu (kronologis)
Perhatikan paragraf berikut :
Dahulu sebelum cara immunisasi ditemukan selama puluhan abad, puluhan ribu penduduk dunia mati akibat berbagai penyakit. Di Inggris saja sebelum ditemukan vaksin cacar, kurang lebih 80.000 ribu orang mati karena penyakit itu. Penemuan vaksin sejak abad ke-18 sangat memperkecil angka kematian tersebut.

Tulisan di atas dikembangkan secara kronologis, artinya berdasarkan urutan waktu. Perhatikan kata-kata yang menunjukkan hubungan kronologis tersebut. Urutan kronologis di dalam tulisan secara eksplisit dinyatakan dengan kata-kata atau ungkapan-ungkapan seperti : dewasa ini, sekarang, bila, sebelum, sementara, selanjutnya dan sebagainya.
Pengembangan tulisan dengan urutan kronologis biasanya dipergunakan dalam memaparkan sejarah, proses, asal-usul, dan riwayat hidup (biografi).

2.1.2 Urutan Ruang (Spasial)
Urutan ini dipergunakan untuk menyatakan tempat atau hubungan dengan ruang.
Contoh :
Jika anda memasuki pekarangan bangunan kuno itu, setelah anda melalui pintu gerbang kayu penuh ukiran indah, Anda akan berada pada jalan berlantai batu hitam yang membelah suatu lapangan rumput yang dihiasi petak bunga-bungaan dan pohon-pohonan peneduh. Di kiri kanan jalan itu agak ke tengah terdapat lumbung padi, puncaknya berbentuk seperti tanduk dan beratap ijuk.

Ungkapan yang tercetak miring adalah menyatakan urutan ruang.

2.1.3 Urutan Alur Penalaran
Berdasarkan alur penalarannya, suatu paragraf dapat dikembangkan dalam urutan umum-khusus dan khusus-umum. Urutan ini menghasilkan paragraf deduktif dan induktif. Urutan umum – khusus banyak dipergunakan dalam karya ilmiah. Tulisan yang paragraf-paragrafnya dikembangkan dalam urutan ini secara menyeluruh lebih mudah dipahami isinya. Dengan membaca kalimat-kalimat pertama pada paragraf, maka pembaca dapat mengetahui garis besar isi seluruh karangan.
Contoh :
Semua mahasiswa selalu memperingati HUT Proklamasi Negara Kesatuan Republik Indonesia setiap tanggal 17 Agustus sebagai wujud dari nasionalisme. Beberapa hal yang bisa mereka tunjukkan adalah dengan mengadakan berbagai acara seperti lomba pidato, mengarang, debat dll.

2.1.4 Urutan Kepentingan
Suatu karangan dapat dikembangkan dengan urutan berdasarkan kepentingan gagasan yang dikemukakan. Dalam hal ini arah pembicaraan ialah dari yang paling penting sampai kepada yang paling tidak penting atau sebaliknya.

3.1.1 Generalisasi dan Spesifikasi
Generalisasi adalah pernyataan yang berlaku umum untuk semua atau sebagian besar gejala yang diamati Dalam pengembangan karangan, generalisasi perlu ditunjang atau dibuktikan dengan fakta-fakta, contoh- contoh, data statistik dan sebagainya.

Contoh Paragraf Generalisasi :
Untuk menjadi karyawan PT Digital Modern, syarat utamanya adalah sarjana. Akan tetapi, tidak cukup sarjana saja. Calon karyawan harus memiliki Indeks Prestasi bagus di Perguruan Tingginya, minimal 2,75. Calon karyawan juga harus menguasai salah satu bahasa asing, Inggris atau Mandarin. Jika semua persyaratan administratif sudah terpenuhi, mereka harus lulus serangkaian tes yang diselenggarakan oleh PT Digital Modern. Jadi, memang tidak mudah untuk dapat diterima menjadi karyawan PT Digital Modern

3.1.2 Analogi
Penalaran analogi dilakukan dengan cara membandingkan dua hal yang berbeda, tetapi keduanya memiliki beberapa sisi persamaan Penalaran kausalitas menunjukkan hubungan : Sebab - akibat atau akibat - sebab.

Contoh paragraf analogi :
Orang yang memiliki ilmu pengetahuan luas dan berpendidikan tinggi seharusnya bersifat seperti padi. Setangkai padi yang mulai berisi akan merunduk. Makin bernas bulir padi itu, makin merunduk tangkainya. Begitu pula manusia yang berilmu dan berpendidikan tinggi. Semakin ia berwawasan, semakin ia merendahkan hatinya seperti merunduknya setangkai padi yang berbulir bernas.

3.1.3 Penalaran kausalitas menunjukkan hubungan sebab- akibat atau akibat-sebab

Contoh paragraf kausalitas (sebab-akibat)
Penduduk dari daerah banyak yang hijrah ke Jakarta. Mereka terimingi-imingi oleh gambaran kehidupan mewah di Jakarta dan kemudahan mencari kerja.
Akibatnya, Jakarta semakin penuh oleh pendatang Lalu lintas Jakarta makin lama makin padat. Kebijakan pemerintah tentang MRT belum bisa terlaksana, sedangkan pertumbuhan mobil semakin tidak terkendali.

D. KETERKAITAN PENALARAN DALAM PROSES PENULISAN ILMIAH

Suatu karangan sesederhana apapun akan mencerminkan kualitas penalaran seseorang. Penalaran itu akan tampak dalam pola pikir penyusuan karangan itu sendiri. Penalaran dalam suatu karangan ilmiah mencakup 5 aspek. Kelima aspek tersebut adalah:

1) Aspek Keterkaitan
Aspek keterkaitan adalah hubungan antar bagian yang satu dengan yang lain dalam suatu karangan. Artinya, bagian-bagian dalam karangan ilmiah harus berkaitan satu sama lain. Pada pendahuluan misalnya, antara latar belakang masalah – rumusan masalah – tujuan – dan manfaat harus berkaitan. Rumusan masalah juga harus berkaitan dengan bagian landasan teori, harus berkaitan dengan pembahasan, dan harus berkaitan juga dengan kesimpulan.

2) Aspek Urutan
Aspek urutan adalah pola urutan tentang suatu yang harus didahulukan atau ditampilkan kemudian dari hal yang paling mendasar ke hal yang bersifat pengembangan. Suatu karangan ilmiah harus mengikuti urutan pola pikir tertentu. Pada bagian Pendahuluan, dipaparkan dasar-dasar berpikir secara umum. Landasan teori merupakan paparan kerangka analisis yang akan dipakai untuk membahas. Baru setelah itu persoalan dibahas secara detail dan lengkap. Di akhir pembahasan disajikan kesimpulan atas pembahasan sekaligus sebagai penutup karangan ilmiah.


3) Aspek argumentasi
Aspek argumentasi adalah bagian yang menyatakan fakta, analisis terhadap fakta, pembuktian suatu pernyataan, dan kesimpulan dari hal yang telah dibuktikan. Hampir sebagian besar isi karangan ilmiah menyajikan argumen-argumen mengapa masalah tersebut perlu dibahas (pendahuluan), pendapat-pendapat atau temuan-temuan dalam analisis harus memuat argumen-argumen yang lengkap dan mendalam.

4) Aspek Teknik Penyusunan
Aspek teknik penyusunan adalah bagaimana pola penyusunan yang dipakai, apakah digunakan secara konsisten, karangan ilmiah harus disusun dengan pola penyusunan tertentu dan terknik bersifat baku dan universal. Untuk itu pemahaman terhadap teknik penyusunan karangan ilmiah merupakan syarat multak yang harus dipenuhi jika orang akan menyusun karangan ilmiah.

5) Aspek Bahasa
Aspek bahasa adalah bagaimana penggunaan bahasa karangan ilmiah harus disusun dengan bahasa yang baik, benar dan ilmiah. Penggunaan bahasa yang tidak tepat justru akan mengurangi kadar keilmiahan suatu karya sastra lebih-lebih untuk karangan ilmiah akademis

SUMBER :

http://yudinda.blogspot.co.id/2015/04/aspek-penalaran-dalam-karangan-ilmiah.html
http://agungpribowo1994.blogspot.co.id/2015/04/aspek-penalaran-dalam-karangan-ilmiah.html
http://lestarianggriani.blogspot.co.id/2015/04/aspek-penalaran-dalam-karangan-ilmiah.html
http://nurii-thaa.blogspot.com/2014/03/konsep-penalaran-ilmiah-dalam-penulisan.html
http://masyitohrahmiwindarti1803.blogspot.co.id/2015/11/aspek-penalaran-dalam-karangan-ilmiah.html

Kamis, 31 Maret 2016

TUGAS 1 ETIKA & PROFESIONALISME TSI : GO-JEK


Go-Jek adalah perusahaan yang melayani layanan ojek di mana saja untuk siapa saja yang membutuhkan secara online. Go-Jek bermitra kepada pada pengendara berpengalaman di Jakarta, Bandung, Bali, dan Surabaya. Selain dapat mengantar orang ke suatu tempat, Go-Jek juga melayani pengiriman barang, pesan antar makanan, berbelanja, dan lain sebagainya. Go-Jek lahir dari ide sang CEO dan Managing Director Nadiem Makarim yang merupakan seorang pengguna ojek. Dengan pengalamannya saat naik ojek di jalanan yang macet inilah ia kemudian menciptakan Go-Jek, sebuah layanan antar jemput dengan ojek modern berbasis pesanan. PT Go-Jek Indonesia yang sudah melewati perjalanannya sejak tahun 2011 kini sudah memiliki 1.000 armada ojek yang tersebar di seluruh kawasan Jabodetabek.

Etika pada Go-Jek

Etika adalah suatu sikap dan perilaku yang menunjukkan kesediaan dan kesanggupan seseorang secara sadar untuk mentatati ketentuan dan norma kehidupan yang berlaku dalam suatu kelompok masyarakat atau suatu organisasi. Etika organisasi menekankan perlunya seperangkat nilai yang dilaksanakan ssetiap orang anggota. nilai tersebut berkaitan dengan pengaturan bagaimana seharusnya bersikap dan berperilaku dengan baik seperti sikap hormat, kejujuran, keadilan dan bertanggung jawab. seperangkat nilai tersebut biasanya dijadikan sebagai acuan dan dianggap sebagai prinsip-prinsip etis atau moral.

Dalam hal ini Go-Jek Indonesia ternyata telah bekerja sama dengan Brimob atau pihak kepolisian untuk mengamankan operasional para pengemudi Go-Jek. Jadi, bila ada seorang pengemudi Go-Jek yang mengalami tindak kekerasan dari oknum ojek pangkalan, maka ia tinggal mengadu lewat smartphone untuk kemudian ditindak oleh pihak Brimob tersebut. Pihak Brimob tersebut bahkan turut berkeliling, agar semua tindak kekerasan bisa diredam. Tapi sadarkah kita bahwa ada pelanggaran privasi yang dilakukan oleh Go-Jek?

Untuk membuktikannya, mari kita ikuti alur pemesanan Go-Jek dari awal hingga akhir. Ketika anda mulai memesan Go-Jek lewat aplikasi mobile, maka NAMA ANDA akan tercantum di smartphone si pengendara Go-Jek, beserta rute pengantaran yang anda inginkan. Setelah itu, pengendara Go-Jek tadi bisa menghubungi NOMOR TELEPON anda, untuk mengkonfirmasi titik jemput. Setelah itu, kalau anda minta diantar ke rumah atau ke kantor, maka secara tidak langsung ia juga akan mengetahui ALAMAT RUMAH atau ALAMAT KANTOR anda. Jadi dalam sekali perjalanan saja, seorang pengendara Go-Jek sudah bisa mengetahui data-data Nama anda, Nomor Telepon anda, dan Alamat Rumah atau Kantor anda. Hal itu jelas merupakan sebuah pelanggaran privasi yang rentan disalahgunakan, dan akibatnya bisa jadi menyeramkan.

Go-Jek merupakan sebuah inovasi teknologi yang telah membawa banyak hal yang baik, seperti mempercepat waktu untuk bepergian di dalam kota, serta membuka ribuan lapangan kerja baru. Namun lebih baik lagi kalau inovasi yang mereka lakukan juga disertai dengan perlindungan privasi yang baik kepada para penggunanya. Perusahaan taksi Blue Bird merupakan salah satu contoh penyedia layanan yang sangat memperhatikan privasi para pelanggannya. Bila setiap pengendara Go-Jek mempunyai sebuah aplikasi mobile untuk menerima pesanan dari pengguna, maka setiap pengemudi taksi Blue Bird dilengkapi dengan alat buatan Tiongkok yang disebut Fleety. 

Fleety, Perangkat Penghubung Pengemudi dan Pemesan di Taksi Blue Bird (Sumber)

Setiap ada pemesanan terhadap armada taksi Blue Bird, akan muncul data berupa titik jemput di mana seorang pemesan sedang menunggu. Dengan alat tersebut, pengemudi Blue Bird juga bisa menghubungi pemesan untuk mengkonfirmasi titik penjemputan, namun sang pengemudi tidak bisa mengetahui berapa nomor telepon pemesan tersebut. Semua data pemesan tersimpan rapat di dalam sistem perangkat Fleety, dan tidak ditampilkan kepada pengemudi. Setelah perjalanan selesai, kita tidak akan bisa menghubungi pengemudi taksi tersebut, dan pengemudi tersebut pun tidak bisa menelepon kita. Lebih lanjut, Blue Bird juga baru membuka laporan review dari para pengguna sekitar seminggu setelah waktu perjalanan tersebut. Sehingga apabila seorang pengemudi mendapat review buruk, kemungkinan ia sudah lupa dengan wajah penumpang yang memberikan review buruk tersebut.

Produk Go-Jek

Go-Jek merupakan salah satu layanan jasa transportasi ojek yang menggunakan aplikasi untuk menghubungkan penumpang dengan pengendaranya. Dengan layanan tersebut, memudahkan penggunanya untuk dapat memesan Go-Jek ini hanya dengan sebuah aplikasi dari rumah, tempat kerja, kampus, dan lainnya tanpa perlu repot.

Sementara itu, harga yang dipatok untuk sekali perjalanan pun terbilang murah hingga saat ini dimana penumpangnya cukup membayar Rp 15.000 hingga maksimum 25 km. Setelah lebih dari 25 km maka penumpangnya wajib membayar tarif per kilometernya sebesar Rp 2.500. Sehingga bisa dibilang layanan ini menjadi populer di beberapa wilayah di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Denpasar, Depok, Bogor, Surabaya, Makassar, dan lainnya.

Gojek aplikasi

Selain itu, Go-Jek layanan lain seperti Go-Send yang digunakan untuk mengantarkan barang dimana pengendara Go-Jek berfungsi sebagai kurir, Go-Mart yang dapat digunakan untuk berbelanja di supermarket yang telah terdaftar di aplikasi dimana pengendara Go-Jek akan membelikan barang tersebut serta langsung mengantarkannya ke pengguna aplikasi, dan Go-Food yang memungkinkan pengguna aplikasi dapat memesan menu makanan serta minuman dari restoran terdaftar yang akan dibelikan dan diantarkan oleh pengendara Go-Jek.

Baru-baru ini Go-Jek mengeluarkan layanan baru lagi seperti Go-Glam, Go-Clean, Go-Box, dan Go-Massage. Untuk ketiga layanan baru selain Go-Box, pengembang aplikasinya masih menandai layanan tersebut masih dalam tahap beta. Layanan baru tersebut diantaranya :
  • Go-Box, layanan ini memungkinkan pengguna aplikasi Go-Jek dapat memesan jasa mobil pickup hingga truk dengan boks besar untuk mengantarkan barang dari tempat asal ke tempat tujuan. Dalam fitur ini pengguna aplikasi dapat menuliskan pesan untuk alamat asal, alamat tujuan, kontak yang dihubungi, barang-barang yang akan dibawa, fitur ekstra, dan waktu untuk pengambilan barang.
  • Go-Glam, layanan ini memungkinkan pengguna aplikasi Go-Jek dapat memesan jasa salon seperti creambath, hair dry, blow dry, Hair coloring, maicure, dan pedicure. Nantinya penggunanya dapat memberikan alamat lengkap, data diri, nomor telepon, waktu pemesanan, layanan yang diinginkan, dan terakhir akan diberikan review ulang pemesan serta harga jasa yang diajukan.
  • Go-Clean, layanan ini dapat membantu pengguna aplikasi Go-Jek untuk membersihkan rumah, asrama, atau apartemen yang ditempatinya. Selain itu, penggunanya dapat merinci apa saja yang harus dibersihkan oleh petugas, waktu pemesanan, komentar, data diri, durasi waktu, dan terakhir akan diberikan review ulang pemesanan serta harga yang diajukan.
  • Go-Massage, bagi pengguna aplikasi Go-Jek yang merasa badan sedang pegal dan capek, mungkin layanan ini dapat membantu untuk mengatasinya. Dimana penggunanya dapat memesan jasa pijat memijat dengan merinci data diri, waktu pemesanan, menu pijat, durasi waktu layanan, komentar, dan terakhir akan diberikan review ulang pemesanan serta harga yang diajukan.

Namun sayangnya Go-Glam, Go-Clean, dan Go-Massage hanya baru tersedia di daerah Jakarta saja sehingga bagi pengguna aplikasi Go-Jek yang berada di sekitar jakarta dapat memesan layanan ini. Bagi pembaca yang belum pernah menggunakan aplikasi Go-Jek dan ingin mencoba memakainya maka dapat mengunduhnya langsung di Google Play untuk smartphone Android atau Apple App Store untuk iPhone serta iPad.

Profesionalisme Go-Jek

Dalam kurun waktu 4 (empat) bulan setelah meluncurkan program aplikasi mobile pada awal 2015, Go-Jek yang sudah berdiri sejak 2011 mulai dirasakan sebagai pesaing yang dituding akan mematikan rejeki pengojek pangkalan. Bahkan, dalam sepekan ini banyak isu seputar gonjang-ganjing Go-Jek yang berkembang dan disebar melalui media sosial, disambut dengan ragam tanggapan dari berbagai sudut oleh warga Jakarta. Maka, salahkan Nadiem Makariem si penggagas Go-Jek karena aplikasi mobile Go-Jekya marak diunduh dan jasa Go-Jek lebih banyak dilirik oleh warga Jakarta yang memiliki ketergantungan pada teknologi, tidak mau ribet dan mengharapkan hasil yang instan sesuai kebutuhan. Bukankah itu sejalan dengan tuntutan jaman? Mari kita bahas selengkapnya.

Ketika ditanya persyaratan menjadi pengendara Go-Jek yang konon ribet dan memberatkan pengojek pangkalan untuk bergabung di Go-Jek, salah satu driver Go-Jek (Agus) berpendapat itu karena ketidakpahaman rekan-rekan pengendara ojek. Setiap calon pengendara Go-Jek diwajibkan oleh perusahaan untuk menyerahkan dokumen penting sebagai jaminan berupa kartu keluarga, akta kelahiran dan surat nikah ketika lolos seleksi menjadi pengendara Go-Jek. Hal yang lumrah pada proses penerimaan karyawan suatu perusahaan. Beliau juga menjelaskan, ketika diterima menjadi pengojek di Go-Jek dia dan rekan-rekannya mendapatkan pelatihan singkat pengenalan dan panduan menggunakan aplikasi Go-Jek serta peraturan yang mesti ditaati. Ditambahkannya pula, setiap Kamis para pengendara Go-Jek dibagi kelompok dan dijadwalkan untuk mengikuti pelatihan tertib lalu lintas yang diberikan oleh Polda Metro Jaya.

Ditilik dari sisi marketing, berhasil tidaknya satu produk yang ditawarkan ke pasar, bergantung pada beberapa faktor berikut: pemilihan dan penerapan strategi pasar, keunggulan produk, harga yang ditawarkan serta kepuasan konsumen yang membeli/menggunakan produk tersebut. Dalam menjajal pasar; Go-Jek telah menerapkan First-In Strategy yang mengundang reaksi para pesaing yang bergerak di bidang yang sama, jasa angkutan. Tak hanya itu, sebagai pionir di bidangnya, Go-Jek juga menawarkan jasa layanan antar barang, jasa belanja dan yang terbaru jasa pesan antar makanan yang diminati oleh pasar. Paket jasa layanan yang sangat diminati oleh warga Jakarta, yang bisa dinikmati hanya dengan membuka smartphone di tangan tanpa perlu meninggalkan kegiatan mereka.

Setiap pengendara Go-Jek akan mendapatkan masing-masing 2 (dua) buah jaket dan helm serta perlengkapan masker dan tutup kepala untuk penumpang. Jika ada di antara pengendara yang tidak mematuhi prosedur yang disepakati bersama perusahaan, pengguna jasa Go-Jek dapat segera melaporkan yang bersangkutan ke layanan pelanggan Go-Jek.


Kegiatan di pasar akan berjalan ketika ada 3 (tiga) faktor penentu ini produsen, produk serta konsumen. Jika ingin berhasil menjual produknya, produsen tentu akan menawarkannya lewat promosi dengan strategi yang jitu agar dipilih oleh pembeli. Sedang, di sisi konsumen, mereka tentu akan membandingkan keunggulan satu produk yang ditawarkan di pasar sebelum menentukan produk mana yang sesuai dengan kebutuhannya. Kepuasan terhadap satu produk atau jasa dari brand tertentu, tidak menutup kemungkinan untuk terus membeli atau menggunakan jasa tersebut bukan? Hal yang sama berlaku pada jasa angkutan umum, sebaiknya memilih transportasi yang dapat dipercaya dan aman.




Sumber :
http://cepat-saji.blogspot.co.id/2015/03/etika-dan-profesionalisme-teknologi.html
http://gadgetren.com/2015/10/05/layanan-baru-gojek/
http://kompasiana.com/oli3ve/analisa-gonjang-ganjing-gojek_5580069e149773df192cab8a
http://indotipstricks.net/2015/08/apa-itu-gojek.html
http://seputarpengertian.blogspot.co.id/2015/07/pengertian-go-jek.html

Jumat, 11 Maret 2016

Berfikir Deduktif

Berfikir Deduktif

Berfikir deduktif merupakan salah satu dari metode-metode penalaran. Berfikir Deduktifadalah suatu metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagian yang khusus Deduksi berasal dari bahasa Inggris deduction yang berarti penarikan kesimpulan dari keadaan-keadaan yang umum, menemukan yang khusus dari yang umum. Deduksi adalah cara berpikir yang di tangkap atau di ambil dari pernyataan yang bersifat umum lalu ditarik kesimpulan yang bersifat khusus. Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya mempergunakan pola berpikir yang dinamakan silogismus.
Dalam deduktif telah diketahui kebenarannya secara umum, kemudian bergerak menuju pengetahuan baru tentang kasus-kasus atau gejala-gejala khusus atau individual. Jadi deduksi adalah proses berfikir yang bertolak dari sesuatu yang umum (prinsip, hukum, toeri, keyakinan) menuju hal khusus. Berdasarkan sesuatu yang umum itu ditariklah kesimpulan tentang hal-hal yang khusus yang merupakan bagian dari kasus atau peristiwa itu.
Hal ini adalah suatu sistem penyusunan fakta yang telah diketahui sebelumnya guna mencapai suatu kesimpulan yang logis. Dalam penalaran deduktif, dilakukan melalui serangkaian pernyataan yang disebut silogisme dan terdiri atas beberapa unsur yaitu:
1. Dasar pemikiran utama (premis mayor)
2. Dasar pemikiran kedua (premis minor)
3. Kesimpulan
Contoh:
Premis mayor : Semua siswa SMP kelas 7 wajib mengikuti kegiatan OSPEK.
Premis minor  : Adi adalah siswa kelas 7 SMP
Kesimpulan    : Adi wajib mengikuti kegiatan OSPEK
Contoh di atas merupakan bentuk penalaran deduktif. proses penalaran itu berlangsung dalam tiga tahap. Pertama, generalisasi sebagai pangkal tolak. Kedua, penerapan atau perincian generalisasi melalui kasus tertentu. Ketiga, kesimpulan deduktif yang berlaku bagi kasus khusus itu. Deduksi menggunakan silogisme dan entimem.
Dapat disimpulkan secara lebih spesifik bahwa argumen berpikir deduktif dapat dibuktikan kebenarannya. Kebenaran konklusi dalam argumen deduktif bergantung pada dua hal, yaitu kesahihan bentuk argumen berdasarkan prinsip dan hukumnya; dan kebenaran isi premisnya berdasarkan realitas. Sebuah argumen deduktif tetap dapat dikatakan benar berdasarkan bentuknya, meskipun isinya tidak sesuai dengan realitas yang ada; atau isi argumen deduktif benar menurut realitas meskipun secara bentuk ia tidak benar.
Macam-macam penalaran deduktif diantaranya :
a. Silogisme
Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Dengan fakta lain bahwa silogisme adalah rangkaian 3 buah pendapat, yang terdiri dari 2 pendapat dan 1 kesimpulan.
b. Entimen
Entimen adalah penalaran deduksi secara langsung. Dan dapat dikatakan pula silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.






http://tulisanyangsederhana.blogspot.co.id/2015/03/berfikir-deduktif.html

Selasa, 02 Februari 2016

TUGAS 4 PENGANTAR TELEMATIKA - PERKEMBANGAN TELEMATIKA PADA MASA DEPAN

Perkembangan telematika saat ini telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Pada segi hardware, telah banyak bermuculan produk-produk IT muktahir yang lebih kecil, cepat dan efisien dengan format-format unik yang berbeda. Misalnya teknologi perakitan prosessor yang sudah bias memfrabikasi hingga ukuran 40nm, telepon selular dengan koneksi wifi, notebook dengan ukuran lebih kecil sehingga memudahkan keleluasaan mobilitas bagi penggunanya serta yang tidak kalah penting adalh tersedia akses hotspot dimana-mana sehingga hamper setiap orang dapat mengaksesnya.
Istilah telematika merujuk pada hakekat cyberspace sebagai suatu sistem elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekomunikasi, media dan informatika. Istilah telematika pertama kali digunakan pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya L’informatisation de la Societe. Jadi, pengertian Telematika sendiri lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunakan komputer dalam sistem telekomunikasi. Internet sendiri merupakan salah satu contoh telematika.
Istilah telematika sering dipakai untuk beberapa macam bidang, sebagai contoh adalah:
• Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology).
• Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).
• Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalu lintas (road vehicles dan vehicle telematics).
Periode Rintisan : Pada tahun 1970 perkembangan telematika di Indonesia sangat terbatas karena perhatian yang minim dari pemerintah dan pasokan listrik yang terbatas pada saat itu. Sehingga Indonesia tidak perduli dengan perkembangan telematika. Memasuki tahun 1980, penggunaan teknologi telematika di Indonesia masih terbatas. Sarana kirim pesan seperti yang kita kenal saat ini yaitu email yang dirintis pada tahun 1980.
Periode Pengenalan : Teknologi telematika sudah banyak digunakan dan masyarakat mulai mengenalnya. Jaringan radio amatir pada awal tahun 1990 mulai ramai. Pada sisi lain, milis yang mulai digagas sejak tahun 1980, terus berkembang seiring dengan berkembangnya telematika di Indonesia.
Periode Aplikasi : merupakan munculnya era dunia digital untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas untuk mulai dilaksanakan dan diaplikasikan. Semua itu dapat berlangsung lancar, dengan tersedianya sarana transportasi, kota-kota yang saling terhubung, dan industri telematika dalam negeri yang terus berkembang.
Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) juga tidak akan dengan perkembangan TIK saat ini. Perangkat komputasi berskala terabyte, penggunaan multicore processor, penggunaan memory dengan multi slot serta peningkatan kapasitas harddisk multi terabyte akan banyak bermunculan dengan harga yang masuk akal. Komputasi berskala terabyte ini juga didukung dengan akses wireless dan wireline dengan akses bandwidth yang mencapai terabyte juga. Hal ini berakibat menumbuhkan factor baru dari perkembangan teknologi. Antamuka pun sudah semakin bersahabat, lihat saja software Microsoft, desktop UBuntu, GoogleApps, YahooAPPS live.Hal ini ditunjang oleh search engine yang semakin cepat mengumpulkan informasi yang dibutuhkan oleh penggunaannya.
Pada akhirnya, era robotic akan segera muncul. Segenap mesin dengan kemampuan adaptif dan kemampuan belajar yang mandiri sudah banyak dibuat dalam skala industry kecil dan menengah.

Sumber : 
https://id.wikipedia.org/wiki/Telematika
http://davidsupernatanailg.blogspot.co.id/2015/01/perkembangan-telematika-tulisan.html
http://ranggaadditya.blogspot.co.id/2015/10/perkembangan-telematika-pada-masa-depan.html

Sabtu, 12 Desember 2015

TUGAS 3 PENGANTAR TELEMATIKA - CYBER CRIME

Muhammad Rohman Al-Halim
15112090
4KA19

Kasus 1
OJK: Waspadai Kembali Maraknya Kejahatan Internet Banking

Jangan pernah menggunakan komputer umum ketika melakukan transaksi keuangan melalui internet. (CNNIndonesia/Internet)
Jakarta, CNN Indonesia -- Semakin canggihnya teknologi ternyata tak selamanya menguntungkan. Belakangan, kembali marak kasus kejahatan transaksi melalui internet banking.

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Kusumaningtuti S. Soetiono mengimbau masyarakat berhati-hati menggunakan fasilitas internet banking tersebut.

Tituk, sapaan akrabnya, menjelaskan belakangan ini marak terjadi modus kejahatan phishing atau bentuk penipuan yang dicirikan dengan percobaan untuk mendapatkan informasi penting seperti kata sandi, dengan menyamar sebagai orang atau bisnis terpercaya dalam sebuah komunikasi elektronik resmi, seperti surat elektronik (email) atau pesan singkat (SMS).

"Masyarakat harus mematuhi informasi pengamanan yang telah diberikan oleh masing-masing bank, saat menggunakan fasilitas internet banking," ujar Tituk, Selasa (10/3).

Dia juga meminta masyarakat hendaknya tidak bertransaksi menggunakan komputer yang digunakan di tempat umum. Kalaupun mendesak, komputer yang digunakan untuk bertranskasi harus terlebih dahulu di-upgrade dengan antivirus secara berkala. "Nasabah juga diminta rajin mengganti PIN atau password, serta tidak mudah memberikan data pribadi dan nama ibu kandung," katanya.

Beberapa bank menurutnya berhasil memblokir transaksi mencurigakan karena berdasarkan kesepakatan kerjasama antarbank yang ada, suatu bank bisa melakukan pemblokiran baik pada rekening pengirim, maupun rekening penerima transaksi mencurigakan tersebut.

"OJK meminta setiap bank segera merespons identifikasi satu bank lainnya jika patut diduga adanya kejahatan internet banking. Hal ini penting agar bank masih bisa menyelamatkan dana nasabah dan bank tidak menjadi korban karena kejahatan ini," ujarnya.

Investasi Bodong

Selain soal internet banking, OJK menurut Tituk banyak menerima pertanyaan dari masyarakat mengenai masih banyaknya penawaran investasi atau penghimpunan dana masyarakat yang ditawarkan oleh perusahaan yang izin usahanya tidak dikeluarkan OJK.

Penawaran gencar menggirimkan SMS blast, email, dan website untuk suatu penawaran yang sebenarnya sudah dinyatakan sebagai kejahatan ponzi scheme.

"OJK meminta masyarakat senantiasa waspada, berhati-hati dan bersikap rasional dalam menyikapi penawaran seperti itu. Penawaran tersebut memang belum dapat dipastikan sebagai perbuatan melawan hukum, namun masyarakat perlu memperhatikan adanya potensi kerugian di kemudian hari di balik janji keuntungan yang ditawarkan," katanya.

Karakteristik penawaran tersebut antara lain ditandai dengan ciri-ciri:

- Menjanjikan imbal hasil yang tidak wajar dan kebebasan finansial;
- Merupakan gerakan bersifat global dan melibatkan jutaan partisipan di seluruh dunia;
- Bersifat berantai, member get member, namun tidak terdapat barang yang menjadi obyek investasi;
- Sistem tidak transparan dan tidak ada pihak yang memastikan transparansinya;
- Memberi kesan seolah-olah aman dan bebas risiko; Tidak memiliki izin usaha dan tidak ada otoritas yang mengatur dan mengawasi. (gen)


Sumber : http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20150311075139-78-38222/ojk-waspadai-kembali-maraknya-kejahatan-internet-banking/

Kasus 2
Obama: Kasus peretasan Sony bukan 'ajakan' perang Korea Utara


Merdeka.com - Setelah FBI menyatakan Korea Utara ada dibalik kasus peretasan Sony Pictures, Presiden Negeri Paman Sam, Barack Obama, menyatakan bila hal itu bukanlah tanda dimulainya perang cyber antara Amerika dan Korea Utara.
Saat diwawancarai oleh CNN, Obama mengatakan bila aksi peretasan Korea Utara itu adalah sebuah 'kenakalan' semata.
"Saya tidak berpikir peretasan itu adalah sebuah tindakan perang. Saya berpikir bila itu lebih mengarah pada perusakan cyber yang sangat mahal. Dan kami menanggapinya sangat serius. Kami akan merespon secara proporsional" ujar Obama, PC World (23/12).
Menurut Obama, serangan hacker tersebut juga dapat menempatkan Korea Utara dalam daftar negara 'teroris' milik Amerika. Imbasnya, Korea Utara dapat menerima sanksi dan pembatasan hubungan dengan organisasi-organisasi Amerika.
Namun tampaknya Korea Utara mendapat hukuman lebih awal setelah Senin kemarin (22/12), internet negara itu dilaporkan mati total selama 9 jam lebih. Putusnya akses internet Korea Utara itu menurut banyak pihak didalangi oleh Amerika.
Tetapi, salah satu petinggi lembaga penelitian keamanan internet Arbor Networks bernama Dan Holden justru mengaku Amerika bukanlah dalangnya, sebab serangan itu masih tergolong kecil.
"Jika pemerintah Amerika pelakunya, pasti serangan yang dilakukan tidak akan mencolok dan akan jauh lebih parah dari sekedar mematikan internet di seluruh negara," ujar Dan Holden pada Bloomberg, Mashable (22/12).
Matinya akses internet di Korea Utara diketahui akibat dari serangan virus DDoS kompleks, dan virus jenis itu hanya mampu dibuat oleh seorang hacker berpengalaman. Akibat hacking itu, sekitar 1.024 alamat IP di Korea Utara tidak bisa mengakses dunia maya.
Sumber : http://www.merdeka.com/teknologi/obama-kasus-peretasan-sony-bukan-ajakan-perang-korea-utara.html

Kasus 3
Facebook Tommy Soeharto diretas hacker

Merdeka.com - Putra bungsu mantan Presiden Republik IndonesiaSoeharto, Tommy Soeharto mengatakan jika akun Facebookpribadinya telah diretas oleh hacker. Ia mengetahui Fcebook-nya diretas pagi ini.

"Akun facebook saya hari ini telah di tembus Hacker bayaran orang-orang yang tidak bertanggung jawab, ketika akan saya buka tidak ada respon lagi," tulis Tommy melalui akun Twitter pribadinya, @TommySoeharto62, Rabu (10/12).

Mantan pembalap nasional ini mengatakan, ada pihak yang merasa tidak senang dengan kehadirannya di media sosial. Salah satu caranya adalah dengan meretas akun Facebook miliknya.

"Sepertinya memang ada oknum-oknum yang merasa kurang nyaman dengan kehadiran saya di dunia socmed sehingga berbagai cara di lakukan untuk sabotase."

Pria yang pernah dipenjara karena merencanakan pembunuhan Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita ini menambahkan, dirinya masih memiliki Facebook fan pages yang bisa digunakan untuk berinteraksi dengan kerabat dan kenalannya.

"Fans page Facebok tetap bisa saya kendalikan karena saya memiliki akun dengan nama samaran untuk menghindari hal-hal seperti yang terjadi di akun Facebook," tutupnya.

Sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/facebook-tommy-soeharto-diretas-hacker.html

Kasus 4
Bermodal foto biasa, hacker bisa retas sidik jari konglomerat


Merdeka.com - Sebelumnya, para pakar menganggap sistem pengamanan smartphone paling aman adalah pemindai sidik jari. Tetapi hal itu diklaim tidak akan bertahan lama, sebab kini hacker sudah punya cara untuk meretas sidik jari dengan hanya bermodalkan foto biasa.
Di dunia ini, banyak orang kaya alias konglomerat yang mempercayakan kekayaan mereka pada perlengkapan keamanan yang dilengkapi dengan pemindai sidik jari. Tren tersebut juga berkembang dan menyebar ke gadget masa kini seperti smartphone, contohnya iPhone.
Sayangnya, keamanan sistem pemindai sidik jari mulai dipertanyakan setelah kelompok hacker terbesar di Eropa, Chaos Computer Club(CCC), mempresentasikan sebuah cara hacking baru yang dapat menembus pemindai sidik jari tercanggih sekalipun.
Metode hacking baru itu ditemukan oleh ahli keamanan dan biometrik yang juga seorang hacker CCC bernama Jan Krissler. Dalam presentasinya, Krissler menunjukkan dirinya bisa dengan mudah mendapat sidik jari target dengan menggunakan foto jari si target.
Hebatnya, Krissler mampu mendapat sidik jari dari Menteri Pertahanan Jerman, Ursula von der Layen dengan metode tersebut. Untuk melancarkan aksinya, Krissler memakai sebuah aplikasi bernama VeriFinger. Aplikasi VeriFinger sendiri dapat dengan mudah ditemukan di dunia maya,Gizmodo (28/12).
Memanfaatkan VeriFinger dan foto jari dari Dr. von der Layen, Krissler sanggup membangun pola sidik jari yang sangat akurat dan hampir mirip 100 persen dengan aslinya.
Walaupun Krissler tidak menunjukkan cara hacking lebih lanjut menggunakan sidik jari buatan itu, tetapi penemuan ini adalah sebuah lubang besar yang dapat dimanfaatkan oleh hacker jahat guna meretas sistem keamanan yang memakai sidik jari sebagai intinya.
Bisa jadi dalam beberapa tahun lagi, bila metode hacking ini terus berkembang maka keberadaan Touch ID di iPhone tidak akan berguna lagi.
Sumber : http://www.merdeka.com/teknologi/bermodal-foto-biasa-hacker-bisa-retas-sidik-jari-konglomerat.html

Kasus 5
Terprovokasi! Hacker Iran serang rumah judi Amerika

Merdeka.com - Mulut mu adalah harimau mu. Peribahasa itu itu mungkin cocok diberikan pada bos rumah judi besar di Las Vegas, Amerika, bernama Sheldon Adelson. Sebab, gara-gara pidato kontroversialnya, kini perusahaannya menjadi bulan-bulanan hacker Iran.
Biliuner Amerika tersebut diketahui melontarkan ancaman serangan nuklir ke Iran saat berpidato di sebuah universitas Manhattan, bulan Oktober tahun lalu. Pemilik rumah judi Las Vegas Sands Corp. itu menegaskan bila sebaiknya Amerika menyerang Iran dengan nuklir terlebih dulu agar negara itu mau menghentikan proyek nuklir mereka.
Setelah video pidato Adelson menyebar di YouTube, kontan pimpinan tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khameeni, langsung meminta pemerintah Amerika untuk menghukum Adelson atas kata-katanya itu.
Ternyata bukan hanya pimpinan Iran saja yang murka, para hacker 'aktivis' Iran pun diam-diam menyusun rencana untuk menghukum Adelson. Mereka secara tidak terduga melancarkan serangan besar-besaran pada jaringan perusahaan rumah judi Adelson di bulan Januari.
Menurut pengamat dari Dell SecureWorks, hacker-hacker tersebut tidak berhubungan dengan pemerintah Iran. Virus yang mereka pakai untuk menghajar jaringan Las Vegas Sands pun buatan sendiri yang berbasis Visual Basic.
Virus tipe ini diketahui mempunyai cara kerja yang sama dengan virus yang menyerang Sony Pictures beberapa waktu lalu. Setelah masuk ke sistem, virus itu dapat memperbanyak dirinya dan me-reboot komputer target untuk mendapatkan data yang diinginkan atau bahkan melumpuhkannya.
Kasus peretasan hacker Iran ini sendiri baru mengemuka minggu ini setelah beritanya muncul diBloomberg.
"Saat mereka mulai masuk ke jaringan utama, hacker-hacker itu menyiapkan sebuah bom malware yang tersusun atas kode sederhana dengan panjang tak lebih dari 150 baris berbasis Visual Basic," ungkap Ben Egin dan Michael Riley dari Bloomberg, Ars Technica (12/12).
Mungkin setelah kasus tersebut, Adelson akan lebih menjaga setiap kata yang keluar dari mulutnya agar tidak mendapat serangan hacking yang lebih parah.
Sumber : http://www.merdeka.com/teknologi/terprovokasi-hacker-iran-serang-rumah-judi-amerika.html